Teguran Seorang Teman

Renungan Harian / 6 March 2016

Kalangan Sendiri
Teguran Seorang Teman
Lori Official Writer
      7469

Amsal 27: 6

Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu66[/kitab]; [kitab]Marku10[/kitab]; [kitab]Bilan15-16[/kitab]

Saya tak pernah lupa dengan peristiwa dimana saya ditegur keras oleh seorang teman saat saya berusia 17 tahun. Saat itu, dia berjalan ke bagian belakang toko daging tempat kerja saya dan melihat saya menertawakan kartun yang tidak senonoh. Ia berkata bahwa ia mengangumi karakter Kekristenan saya, dan heran karena saya menertawakan sesuatu yang bersifat dosa dan tidak bermoral. Perasaan malu langsung menerpa diri saya. Dengan malu saya mengakui bahwa saya telah berdosa.

Tidaklah menyenangkan mendapat teguran, begitu pula tidaklah mudah menegur orang lain. Jadi, saya dapat membayangkan Rasul Paulus pun tidak suka menentang Petrus (Galatia 2: 11). Tetapi ia merasa harus melakukannya, karena perbuatan Petrus yang munafik telah melukai dan membingungkan orang-orang bukan Yahudi yang bertobat di Antiokhia. Petrus telah makan bersama mereka dengan bebas, tetapi setelah beberapa orang Yahudi dari Yerusalem mendatangi jemaat Antiokhia, ia menjauhkan diri dari orang-orang bukan Yahudi itu, karena takut menghadapi penolakan dari mereka. Saya membayangkan PPetrus juga malu, tetapi rupanya ia menerima teguran itu dengan baik dan mengubah tingkah lakunya. Petrus tahu bahwa Paulus adalah sahabat sejati yang mengasihinya. Dan di tahun-tahun berikutnya, Petrus menyebut Paulus sebagai ‘suadara kita yang kekasih (2 Petrus 3: 15)”.

Jika Anda harus menegur seseorang, lakukanlah dengan lembut. Jika Anda ditegur, hindarilah reaksi yang penuh amarah. Anda mungkin sedang memerlukan ‘pukulan dengan maksud baik’ dari seorang kawan. – Herb Vander Lugt

 

Sahabat yang baik adalah sahabat yang berani menengur Anda ketika Anda salah

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?