Saat Goncangan Terjadi, Jangan Panik!

Renungan Harian / 31 August 2015

Kalangan Sendiri
Saat Goncangan Terjadi, Jangan Panik!
Puji Astuti Official Writer
      5032

2 Raja-raja 4:23

Berkatalah suaminya: “Mengapakah pada hari iniengkau hendak pergi kepadanya? Padahal sekarang bukan bulan baru dan bukan hari Sabat.” Jawab perempuan itu : “Jangan kuatir.”

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]mazmu62[/kitab] ; [kitab]marku12[/kitab] ; [kitab]hosea4-5[/kitab]

Perempuan Sunem, hanya ini identitas wanita yang menerima mukjizat dari Tuhan melalui Nabi Elisa. Perempuan dan suaminya yang kaya ini tinggal di kota Sunem yang sering mengundang Elisa untuk makan dan menginap ketika melewati kota tersebut. Bahkan perempuan tersebut membuat sebuah kamar khusus untuk sang nabi Tuhan, hingga suatu hari Tuhan menggerakkan hati Elisa untuk mencari tahu apa yang menjadi kebutuhannya.

Elisa sebagai seorang nabi memiliki koneksi kuat dengan Raja dan pejabat negara, ia pun menanyakan apakah perempuan itu butuh bantuannya. Namun perempuan itu dengan tulus menolak maksud baik sang nabi itu. Hingga Gehazi, bujang nabi itu mengungkapkan bahwa pasangan kaya ini tidak memiliki keturunan. Elisa pun berdoa dan memberitakan janji Tuhan bahwa wanita ini akan mendapatkan seorang putra. Anak itu pun bertumbuh dengan sehat, namun suatu hari saat sedang diladang bersama ayahnya, putra perempuan Sunem itu sakit kepala. Anak itupun dibawa pulang kepada ibunya, namun sayangnya anak laki-laki itu meninggal ketika berada di pangkuan ibunya.

Bagaimana perasaan Anda saat anak Anda meninggal di pelukan Anda? Hancur hati, sedih dan duka yang mendalam bukan? Terlebih seorang ibu yang mengandung dan melahirkannya. Namun iman wanita ini sungguh luar biasa, dengan tenang menaruh anaknya di kamar sang nabi. Ia tidak memberitahukan kematian anaknya pada siapapun termasuk suaminya. Ia memutuskan untuk mencari Elisa. Ia tidak menunjukkan kepanikan, bahkan sempat berkata pada suaminya, “Jangan kuatir.” Saat bertemu suruhan Elisa, yaitu Gehazi yang menanyakan kabar suami, dirinya dan anaknya, Perempuan Sunem itu menjawab dengan singkat, “Selamat.”

Jika kita membaca 2 Raja-raja 4:8-37,kita tahu bahwa hasil akhirnya bahwa anak itu bangkit dari kematian. Namun sebuah teladan iman yang kita patut teladani adalah sikap Perempuan Sunem yang pada saat krisis  terjadi, dia tidak panik. Perempuan Sunem itu tetap percaya pada Tuhan, dan tidak sedikitpun menunjukkan rasa kecewa, dia datang pada Elisa dan mengklaim kembali janji Tuhan. Bisakah hari ini kita meneladani kehidupan perempuan Sunem ini? Dia wanita biasa, namun memiliki iman yang luar biasa. Dia percaya pada janji Tuhan dengan sungguh-sunggu, dan tidak tergoyahkan saat pencobaan terjadi.

Iman yang kuat hanya bisa terjadi lewat badai dan pencobaan yang datang melanda. Ingatlah, jangan panik dalam kondisi apapun sebab Tuhan yang memegang kendali.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?