Rahasia Hidup Menghasilkan Buah Berkualitas
Kalangan Sendiri

Rahasia Hidup Menghasilkan Buah Berkualitas

Claudia Jessica Official Writer
      83

Ayat Renungan: Mazmur 1:3 – "Ia seumpama pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."

Setiap orang pasti ingin hidupnya menghasilkan buah dan memberikan dampak yang baik bagi orang lain. Tapi, buah itu tidak cukup hanya tampak indah dari luar, melainkan juga harus berkualitas di dalam. Sayangnya, sebagian dari kita mungkin merasa hidupnya tidak berbuah.

Firman Tuhan dalam Mazmur 1 memberi gambaran sederhana, “Ia seumpama pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya.”

Perhatikan kata ditanam. Pohon yang menghasilkan buah tidak bertumbuh secara kebetulan. Ada proses yang dijalani, ia ditanam, bukan dibiarkan; ditempatkan di tepi aliran air, agar pada waktunya dapat menghasilkan buah yang berkualitas.

Air dalam Mazmur ini sering dimaknai sebagai firman Tuhan. Artinya, rahasia hidup yang berbuah bukan terletak pada seberapa keras usaha yang kita lakukan, tapi seberapa dekat kita hidup dengan Tuhan. Pohon yang dekat dengan air tidak akan panik saat musim kering datang. Ia tetap hijau, tetap bertumbuh, dan menghasilkan buah pada waktunya.

Menariknya, ayat ini tidak berkata pohon itu menghasilkan buah setiap saat. Ada musimnya dimana pohon ini berbuah. Begitu pula dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen. Ada masa kita harus menunggu, bertumbuh di dalam tanah untuk berakar dengan kuat hingga akhirnya berbuah. Artinya, selama kita tertanam dengan benar, menghidupi Firman, membangun doa pribadi dan selalu taat melakukan apa yang benar, kita pasti akan menghasilkan buah.

Namun, kita seringkali terburu-buru mengejar janji Tuhan, tanpa memastikan apakah akar kita sudah bertumbuh dengan kuat. Sementara Tuhan lebih peduli pada kualitas buah yang kita hasilkan daripada seberapa cepat kita mencapainya. Karena buah yang matang dengan baik lahir dari kehidupan yang setia, konsisten, dan mau diproses.

Jadi, kalau kita mau janji Tuhan bekerja lewat kehidupan kita, pertanyaannya bukan lagi “Seberapa cepat aku berhasil?” melainkan “Apakah aku masih tertanam dekat dengan Tuhan?” Sebab dari situlah Tuhan bergerak di dalam kita untuk menyatakan janji-janji-Nya.

 

Momen Refleksi:

Di manakah hidup kita ditanam, dan kepada siapa kita berakar?

Jika kita memilih untuk tetap dekat dengan Tuhan, percaya saja hidup kita akan berbuah, tidak layu, dan apapun yang kita kerjakan akan Tuhan buat berhasil, tepat pada seperti yang ia nyatakan atas kita.

Ikuti Kami