Ayat Renungan: Roma 6: 4 – “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita dapat hidup dalam kehidupan yang baru.”
Tahun baru seringkali membawa harapan akan awal yang baru. Namun, Tuhan tidak hanya menawarkan "awal baru" yang bersifat sementara, melainkan undangan untuk menjadi pribadi baru yang permanen lewat kuasa kebangkitan Kristus. Karena itu penting untuk membereskan masa lalu — dengan segala luka, kegagalan, hubungan yang retak, atau kebiasaan buruk — agar tidak merampas masa depan yang Tuhan sediakan atas kita.
Kita semua pernah mengalami pergumulan yang dalam. Bahkan Rasul Paulus, yang begitu dipakai Tuhan, dengan jujur mengakui pergumulannya: Ia tahu yang baik tetapi sering gagal melakukannya, karena dosa yang masih berkuasa di dalam dirinya (Roma 7:17-20). Kita pun sama—sering kali niat baik kita kalah oleh kelemahan manusiawi. Tapi Paulus tidak berhenti pada pengakuan kegagalan itu. Ia melanjutkan dengan berita pembebasan: Karena kita telah bersatu dengan Kristus dalam kematian-Nya, kita juga dibangkitkan untuk hidup dalam kehidupan yang baru (Roma 6:4). Dan kita dipanggil untuk memandang diri kita sendiri sebagai orang yang telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11).
Di tahun baru ini, buatlah satu komitmen sederhana namun transformatif: Menjadi pribadi yang baru. Ini bukan tentang usaha keras sendiri yang sering kali berujung kelelahan, melainkan tentang menyerahkan diri kepada kasih karunia Tuhan. Akui masa lalu, tinggalkan beban dosa dan luka itu di kaki salib, lalu lupakan dengan memaafkan diri sendiri dan orang lain. Biarkan kuasa kebangkitan Kristus menyapu hidupmu, memutuskan ikatan dengan "hantu" masa lalu, dan membawamu melangkah dalam identitas baru sebagai anak Allah.
Ketika kita memilih untuk hidup sebagai pribadi baru, Tuhan akan memampukan kita mengampuni yang paling menyakiti kita, melupakan yang pengalaman yang terburuk, dan melanjutkan hidup dengan damai. Tahun ini, mari hidup bukan lagi untuk diri sendiri, tetapi untuk Tuhan yang telah hidup di dalam kita dan yang telah mati dan bangkit bagi kita. Komitmen ini akan membawa perubahan sejati—bukan hanya resolusi tahun baru yang cepat pudar, tetapi transformasi permanen atas hidup kita.
Momen Refleksi:
Lakukan satu tindakan praktis yang bisa Anda lakukan untuk memulai hidup yang baru.