Mengosongkan Diri untuk Dipenuhi
Kalangan Sendiri

Mengosongkan Diri untuk Dipenuhi

Lori Official Writer
      842

Ayat Renungan: 2 Timotius 2: 21 - "Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia."

 

Memasuki tahun yang baru, sadar atau tidak, banyak dari kita yang melangkah dengan tangan yang terkepal erat. Kita menggenggam sederet daftar ambisi, target, dan rencana besar yang "wajib" tercapai. Kita begitu fokus memberikan seluruh energi dan perhatian kita untuk memberi makan ambisi tersebut, hingga tanpa sadar itu justru menjadi penghambat untuk kita siap dipakai Tuhan mengerjakan sesuatu yang lebih besar.  

Mari sejenak merenungkan satu pesan Paulus kepada Timotius ini. Katanya, "Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia." (2 Timotius 2: 21). 

Paulus menyebutkan bahwa kualifikasi utama untuk dipakai dalam pekerjaan mulia bukanlah kehebatan menyusun rencana atau membuat strategi, melainkan kemampuan untuk menyucikan diri dari semua hal yang menghambat dalam hidup kita. Dan caranya hanya bisa kita lakukan lewat puasa dan doa. Melalui puasa kita sedang "membiarkan lapar" keinginan daging kita dan melalui doa kita "memberi makan" Roh kita. 

Mari sejenak menyimpan semua daftar resolusi kita yang mungkin terdengar sangat ambisius. Ini adalah cara untuk kita mengosongkan diri di awal tahun ini sebagai bentuk penyerahan diri kepada Tuhan, dan mari mulai menyucikan diri kita dengan:

  • Mematikan keinginan daging yang jahat melalui disiplin puasa
  • Menghidupkan Roh kita melalui doa dan perenungan Firman

Mari membiarkan Tuhan mengisi kita kembali, seperti bejana baru yang kosong dan siap dipenuhi dengan semua hal baik yang Dia sedang siapkan.

Ikuti Kami