Membagikan Kebaikan di Tengah Dunia yang Tidak Baik

Renungan Harian / 26 April 2025

Kalangan Sendiri
Membagikan Kebaikan di Tengah Dunia yang Tidak Baik
Lori Official Writer
      6202

Ayat Renungan: Galatia 6: 9-10 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

 

Selama kita hidup, kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Kristus di tengah dunia ini. Sekalipun dunia yang kita tempat tidak baik – dipenuhi dengan orang-orang yang suka menghakimi, egois dan penuh kejahatan, kita diminta justru menunjukkan belas kasihan. Saat kita difitnah, kita balas mengasihi, saat kita disakiti kita balas dengan mengampuni begitu seterusnya.  

Di renungan sebelumnya, kita sudah belajar supaya kita membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik sebagai gaya hidup kita. Begitu juga dengan apa yang diperingatkan di dalam Galatia 6: 9-10 ini yaitu supaya “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Lalu apa yang perlu kita lakukan untuk membuat kita tetap tekun di dalam berbuat baik?

1. Memberi waktu dan perhatian kepada orang lain

Luangkan waktu untuk mendengarkan, menyapa, atau sekadar menanyakan kabar orang di sekitar—entah keluarga, teman, rekan kerja, atau bahkan orang asing. Kadang kebaikan terbesar adalah menjadi hadir sepenuhnya bagi orang lain.

“Hendaklah kamu saling memperhatikan supaya kamu saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” (Ibrani 10:24)

 

2. Menolong mereka yang membutuhkan

Lakukan satu perbuatan baik setiap hari: membantu tetangga, mentraktir makan seseorang yang kesulitan, atau bahkan menyumbang secara anonim. Kita mungkin tidak bisa mengubah dunia hari ini, tapi kita bisa mengubah hari seseorang.

“Janganlah kamu jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9)

 

3. Mengampuni dan mendoakan orang yang menyakiti kita

Di tengah dunia yang penuh luka, memaafkan adalah tindakan kebaikan yang paling radikal. Tambahkan pula kebiasaan mendoakan orang lain, termasuk mereka yang berbeda atau sulit. Doa dan pengampunan adalah bentuk kasih yang tak terlihat tapi sangat kuat.

“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44)

 

Momen Refleksi:

Luangkan beberapa menit untuk merenungkan:

1. Siapa yang perlu aku beri lebih banyak perhatian hari ini?

2. Apa tindakan kebaikan yang bisa aku lakukan hari ini kepada seseorang?

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?