Harapan Menghasilkan Ketekunan untuk Menanggung Rasa Sakit

Renungan Harian / 3 April 2025

Kalangan Sendiri
Harapan Menghasilkan Ketekunan untuk Menanggung Rasa Sakit
Lori Official Writer
      7170

Ayat Renungan: Roma 5: 3-5 “Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

 

Proses pemulihan pasca cedera atau operasi akan menjadi perjalanan yang sangat menyakitkan dan tidak nyaman. Ketika kita dianjurkan untuk menjalani terapi fisik untuk mengembalikan kembali kondisi tubuh, kita mungkin akan menolaknya karena tidak ingin merasakan sakit yang tak tertahankan. Karena alasan inilah, para terapis fisik akan menantang pasien mereka melampaui zona nyaman mereka. 

Tahapan ini harus dilakukan karena mereka tahu bahwa rasa sakit yang mereka lalui akan mendatangkan hasil yang baik. Karena itu, untuk mendapatkan kesembuhan penuh, seorang pasien perlu mendorong dirinya melampaui keadaan tidak nyaman dan menyakitkan yang ia rasakan.

Ketekunan di dalam menahan rasa sakit inilah yang disebut Paulus di dalam Roma 5: 3-4 bahwa, “Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Tuhan mengizinkan kita menanggung penderitaan agar iman dan harapan kita semakin teguh di dalam Kristus. 

Lalu bagaimana supaya kita bisa tetap tekun di dalam menanggung rasa sakit yang kita alami dalam hidup?

1. Tetap fokus pada tujuan ilahi. Paulus berkata dalam Filipi 3:13-14, “...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah...” Orang yang tekun tidak terjebak dalam ketakutan atau penderitaan, tetapi terus maju dengan iman, percaya bahwa Tuhan sedang memimpin setiap langkahnya.

2. Berpegang teguh pada pengharapan akan janji Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa penderitaan kita memiliki tujuan ilahi. Karena itu, Dia tidak akan pernah meninggalkan kita di tengah rasa sakit. Seperti disampaikan dalam Yesaya 41: 10, "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." 

Saudara, jika saat ini Anda mungkin harus melewati rasa sakit, jangan pernah menyerah! Teruslah berjalan dengan iman dan pengharapan, karena Tuhan sedang membentuk Anda menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih tangguh.

 

Momen Refleksi:

Bagaimana Anda dapat melihat tangan Tuhan bekerja dalam proses menyakitkan yang Anda sedang lalui?

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?