Terang Tuhan Hadir di Tengah Kegelapan
Kalangan Sendiri

Terang Tuhan Hadir di Tengah Kegelapan

Lori Official Writer
      155

Ayat Renungan: Mazmur 18: 28“Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.”

 

Setiap hari, kita menyaksikan dunia yang seolah-olah mentoleransi kebobrokan. Ada yang menyalahgunakan jabatan demi kekuasaan, membiarkan moral rusak oleh nafsu, bahkan membiarkan kejahatan merajalela sementara rasa kasih terhadap sesama menjadi dingin. Ini adalah pemandangan yang kita saksikan di mana-mana—di lingkungan tempat tinggal, di kantor, di media digital, dan di sekitar kita.

Ada yang berpendapat, "Dunia sedang tidak baik-baik saja." Namun, ada juga yang menganggap bahwa kondisi ini bukan hal baru. Meski demikian, orang yang memiliki kepekaan pasti akan merasa bahwa keadaan memang sedang tidak baik. Mereka tidak mau menormalisasi kebobrokan seolah-olah itu hal yang wajar.

Mungkin Anda adalah salah satu dari sedikit orang yang peka akan keadaan ini. Mungkin Anda sering merasa gelisah saat akan tidur atau geram setiap kali membaca berita. Anda menyadari bahwa jika dibiarkan, keadaan akan semakin memburuk, sehingga Anda terdorong untuk bertindak. Meskipun mungkin tidak banyak yang bisa Anda lakukan selain mengungkapkan kegelisahan, beban di hati mendorong Anda untuk membawanya dalam doa.

Apa yang Anda rasakan bukanlah hal baru. Ini adalah hal yang juga dialami oleh banyak tokoh Alkitab. Daud merasa resah karena menjadi korban keserakahan kekuasaan. Nehemia menangisi kehancuran bangsanya. Daniel berjuang melawan orang-orang yang berkompromi dengan dosa. Musa dipenuhi amarah saat menyaksikan bangsanya diperlakukan sebagai budak. Setiap dari mereka memikul beban atas sisi gelap yang terjadi di sekitar mereka.

Namun, hari ini kita diingatkan bahwa kita tidak sendirian dalam memerangi kegelapan. Dalam Mazmur 18:28, Daud menyampaikan dengan penuh keyakinan, "Engkaulah yang membuat pelitaku menyala; Tuhan, Allahku, membuat gelapku menjadi terang."

Tuhan adalah Allah yang sanggup mengubah kegelapan menjadi terang. Dia hadir di tengah-tengah kita (Zefanya 3:17), menerangi jalan kita saat semuanya terasa sulit (2 Samuel 22:29), dan setia menyertai kita selamanya (Matius 28:20).

Hari ini, apapun bentuk kegelapan yang membuat Anda gelisah, marah, dan kecewa, mintalah hikmat dari Tuhan untuk menyuarakan kebenaran. Sembari berdoalah dan deklarasikan Firman-Nya yang mampu mengubah kegelapan itu menjadi terang. Jangan berhenti sampai sesuatu terjadi, karena iman kita akan menggerakkan surga untuk bertindak.

 

Action Praktis:

Hari ini, luangkan waktu untuk berdoa dan menuliskan satu keadaan yang tidak baik-baik saja di sekitar Anda. Lalu, temukan satu ayat Firman Tuhan yang Anda ingin Tuhan bekerja untuk mengubah situasi tersebut. Bacakan ayat itu dalam doa Anda, dan percayalah bahwa terang Tuhan akan terbit atas keadaan tersebut. 

Ikuti Kami