Menyerahkan Ishak

Renungan Harian / 20 July 2013

Kalangan Sendiri
Menyerahkan Ishak
Puji Astuti Official Writer
      6765
Show English Version

Kejadian 22:2

Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]Mazmu20[/kitab]; [kitab]Matiu20[/kitab]; [kitab]IItaw23-24[/kitab]

Kehadiran Ishak bermula dari visi yang diberikan Tuhan kepada Abraham. Namun saat Ishak telah lahir dan bertumbuh menjadi seorang anak yang Abraham kasihi, mengapa Tuhan memintanya untuk dipersembahkan? Bukankah hal ini seolah-olah Tuhan merebut kembali impian Abraham? Mimpi yang Tuhan sendiri berikan?

Mungkin jika saya menjadi Abraham, saya akan berburuk sangka kepada Tuhan. Namun hebatnya Abraham, walau dia tidak mengerti "mengapa" Tuhan meminta Ishak kembali, tetapi ia tetap taat.

Ishak adalah sebuah mimpi yang menjadi nyata bagi Abraham. Walau demikian Abraham tidak menjadikan Ishak yang paling utama dalam hidupnya, dia tetap memprioritaskan Tuhan.  Apapun yang Tuhan perintahkan, Abraham percaya dan taat. Pada akhirnya, Tuhan melihat besarnya iman Abraham itu, dan mengembalikan putranya yang tunggal itu kedalam pelukannya bahkan memberkatinya dengan janji yang luar biasa hebat ([kitab]kejad22:16-18[/kitab]).

Sama seperti Abraham, Tuhan memberikan kepada kita sebuah visi dan impian. Namun Tuhan tidak ingin karena visi dan impian itu, kita akhirnya menomor duakan diri-Nya. Karena Tuhanlah yang membuat visi itu menjadi nyata, dan visi tersebut bertujuan untuk memuliakan Dia. Untuk itulah kadangkala Tuhan mengijinkan  masa-masa dimana kita harus belajar menyerahkan "Ishak" , untuk menguji hati kita.

Hari ini, apakah yang menjadi "Ishak"-mu? Apakah kita akan dengan rela menyerahkannya kembali kepada Tuhan ketika Ia memintanya?

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?