Teguh Berpegang pada Janji-Nya yang Setia
Kalangan Sendiri

Teguh Berpegang pada Janji-Nya yang Setia

Lori Official Writer
      222

Ayat Renungan: Ibrani 10: 23“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.”

 

Jika beberapa hari sebelumnya Firman Tuhan mengajak kita untuk memandang ke depan dengan pengharapan yang baru, maka hari ini kita diteguhkan untuk menaruh fokus pada satu kebenaran yang tidak pernah berubah: kesetiaan Tuhan.

Dunia bisa berubah dengan cepat. Situasi hidup bisa bergeser tanpa peringatan. Kesehatan dapat diuji, kebutuhan keluarga meningkat, dan panggilan Tuhan terkadang terasa menuntut lebih banyak waktu, tenaga, bahkan pengorbanan materi. Namun di tengah semua ketidakpastian itu, Firman Tuhan menyatakan satu hal yang pasti—Dia setia.

Ibrani 10:23 bukan sekadar ajakan untuk berharap, melainkan panggilan untuk berdiri teguh. Berpegang pada pengharapan berarti memilih untuk tidak mundur, tidak menyerah, dan tidak membiarkan keadaan menggoyahkan iman kita. Ketika dokter menyampaikan vonis yang menakutkan, ketika masa depan anak-anak membutuhkan biaya besar, atau ketika Tuhan memanggil kita untuk melangkah dalam visi yang terasa berat—pertanyaannya bukan apakah tantangan itu nyata, tetapi apakah kita masih percaya kepada Dia yang setia menepati janji-Nya.

Firman Tuhan memberi kita dasar yang kokoh. Dia berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, mengerjakan segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, dan memberikan masa depan yang penuh pengharapan. Ketika kita memilih memegang janji-janji ini, hati kita dikuatkan. Kita tidak lagi berjalan sendirian, karena Tuhan sendiri yang menopang dengan kekuatan, damai sejahtera, dan keyakinan yang teguh.

Semakin kita percaya kepada kesetiaan-Nya, semakin besar keberanian kita untuk terus melangkah maju—menyelesaikan panggilan Tuhan dengan semangat yang tidak mudah goyah, sekalipun dunia atau suara di sekitar kita berkata sebaliknya.

 

Momen Refleksi: 

Saudara, saya mau mendorong Anda untuk mengingat ayat Firman apa yang Tuhan taruhkan untuk Anda di tahun ini. Lalu tuliskan dan nyatakan kebenaran Firman itu atas hidup Anda. 

Biarlah Firman itu bukan hanya menguatkan langkah Anda, tetapi juga menjadi berkat yang menguatkan orang lain melalui hidup Anda.

Selamat menikmati waktu pribadi bersama Tuhan pagi ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami