Doa Adalah Sumber Kekuatan
Kalangan Sendiri

Doa Adalah Sumber Kekuatan

Lori Official Writer
      92

Selamat pagi saudara, jumpa lagi dengan saya Maria Kaesmetan. Senang sekali mengetahui bahwa tempat dimana kita sekarang ini adalah tempat yang Tuhan tentukan untuk kita menghasilkan buah. Pagi ini kita akan menyelami lebih dalam isi hati Tuhan mengenai ini lewat renungan berjudul “Doa Adalah Sumber Kekuatan” 

 

Ayat Renungan: Daniel 6:10 - “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." 

 

Tuhan menempatkan kita di dunia ini bukan tanpa tujuan. Setiap hidup ditetapkan-Nya untuk menghasilkan buah—hidup yang berkarya, berdampak, dan menjadi saluran kebaikan Tuhan bagi orang lain. Buah itu tidak lahir dari kekuatan sendiri, melainkan dari kedekatan yang terus-menerus dengan Tuhan. 

Kitab Daniel memberikan gambaran yang sangat kuat tentang hal ini. Di tengah tekanan, ancaman, dan risiko nyawa, Daniel tetap setia melakukan satu hal yang sama: berlutut dan berdoa tiga kali sehari. Doanya bukan reaksi sesaat karena keadaan sulit, melainkan kebiasaan hidup yang terbangun dari hubungan yang intim dengan Tuhan. Doa bagi Daniel bukan pelarian terakhir, tetapi sumber kekuatan utama. 

Menariknya, Daniel tidak hanya dikenal sebagai orang yang setia berdoa, tetapi juga sebagai pribadi yang penuh hikmat. Tuhan mempercayakan kepadanya kemampuan untuk mengartikan mimpi raja—sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh siapa pun di seluruh negeri. Hikmat itu bukan hasil kecerdasan manusia, melainkan buah dari hidup yang terus bersandar kepada Tuhan. 

Ketika seseorang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Keluarga, lingkungan, komunitas kerja, bahkan masyarakat di sekitarnya ikut merasakan hasilnya. Hidup yang dipimpin Tuhan akan menjadi hidup yang membawa solusi, pengharapan, dan berkat bagi banyak orang. 

Jadi, dengan doa yang konsisten seperti Daniel, kita belajar menjadi pribadi yang rendah hati, mau bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, dan mengakui bahwa hanya Dia sumber segala hikmat dan pertolongan. Bahkan saat kita saat ini sedang mengalami sesuatu dan membutuhkan jalan keluar dari setiap tantangan maupun penghalang yang sedang menahan gerak langkah kita, mari datang kepada Tuhan di dalam doa dan konsistenlah melakukan.Terus nantikan Dia, maka Dia akan hadir. 

 

Momen Refleksi: 

1. Apakah doa masih menjadi sumber kekuatan utama dalam hidup saya, atau hanya pilihan terakhir saat keadaan mendesak? 

2. Seberapa konsisten saya membangun hubungan dengan Tuhan, terlepas dari situasi yang sedang saya alami? 

3. Siapa saja yang dapat merasakan dampak dari kehidupan doa dan ketaatan saya? 

 

Hak Cipta ©Maria Kaesmetan, Departemen Spiritual Life CBN Indonesia 

Ikuti Kami