Bekal yang Terpenting

Renungan Harian / 29 October 2014

Kalangan Sendiri
Bekal yang Terpenting
Lois Official Writer
      5979
Show English Version
    Pengkhotbah 2:26
 "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat,  pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin."

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]Mazmu120[/kitab]; [kitab]yehez48[/kitab]; [kitab]yehez29:17-21[/kitab]; [kitab]yehez30:1-19[/kitab]

Pada suatu hari di New York listrik padam. Ada dua orang yang tinggal dalam satu kamar di sebuah apartemen, mereka baru pulang dari kantor mereka. Mereka berdua sangat lelah, padahal kamar mereka berada di tingkat ke-30. Karena listrik masih padam, mereka yang biasanya naik turun menggunakan lift, terpaksa harus melewati tangga biasa.

Agar tidak kehausan dan kelaparan di tengah-tengah anak tangga, mereka membeli makanan dan minuman untuk bekal. Lalu mereka menaiki satu persatu anak tangga yang ada. Berkali-kali mereka berhenti untuk beristirahat, makan dan minum dari bekal yang mereka bawa.

Akhirnya mereka sampai juga di depan pintu kamar. Tetapi rupanya kamar kunci kamar mereka tertinggal di dalam mobil yang mereka parkir di dasar gedung tersebut.

Walaupun banyak barang yang mereka bawa dan persiapkan, tapi semuanya sia-sia jika mereka tidak membawa barang yang paling penting.

Sama halnya di dalam kehidupan ini. Manusia menyiapkan banyak bekal untuk dirinya sendiri ataupun keluarganya dengan berpikir bahwa semua itu diperlukan. Memang semua itu diperlukan, tapi seringkali manusia melupakan hal yang terpenting. Untuk apa kita hidup, untuk apa kita berusaha. Namun, ketika kita mencari perkenanan Tuhan, maka semuanya tidak sia-sia, bahkan Tuhan memberikan segala sesuatunya pada orang yang dikenan-Nya.


Jika fokus kita pada menyiapkan bekal di bumi ini, maka usaha kita itu seperti menjaring angin. Namun jika kita menyiapkan bekal di surga dan dikenan Tuhan maka tidak ada yang akan sia-sia.
Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?