Menaiki Tangga Dengan Cara Yang Salah
Kalangan Sendiri

Menaiki Tangga Dengan Cara Yang Salah

Puji Astuti Official Writer
      11888
Show English Version

Markus 12:30-31
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]Mazmu48[/kitab]; [kitab]Kisah20[/kitab] ; [kitab]Imama6-7[/kitab]

Seorang pria berjuang untuk menaiki tangga yang sangat tinggi yang bersandar ke dinding . Anak tangganya berjauhan satu sama lain, dan ada orang-orang di depannya. Tapi dia begitu ingin naik ke atas. Dia naiki setiap anak tangga dengan menginjak pundak orang di depannya. Namun ketika ia sampai di puncak, dia melihat ke seberang dinding dan tidak menemukan apa-apa.

Itulah gambaran orang yang mengejar kekayaan duniawi dengan segala cara bahkan dengan mengorbankan orang lain. Tahun lalu, sebuah buku ditulis oleh Psikolog Douglas LaBier berjudul Modern Madness diluncurkan. Di dalamnya, LaBier mendiskusikan apa yang bisa dihasilkan oleh orang-orang yang mengejar kekayaan dalam hidupnya. Menurutnya saat orang mengejar kekayaan lebih dan lebih lagi, mereka kehilangan dua hal, diri mereka dan kepribadian mereka .

Dengan kata lain, ketika kekayaan menjadi fokus seseorang di atas hubungan mereka dengan orang lain dan dengan Tuhan, mereka pada dasarnya mereka kehilangan keterhubungan. Mereka menempatkan keluarga dan teman-teman di bagian belakang untuk fokus pada hal-hal yang pada akhirnya tidak berarti apa-apa .

Kebutuhan terdalam dihidup kita tidak akan dipenuhi oleh mengejar kekayaan . Itulah kebohongan yang diciptakan oleh si jahat. Jadi, janganlah mencari kebahagiaan dalam harta duniawi, sebaliknya mari mengingat siapa jati diri kita dalam Kristus . Ingatlah bahwa kita diciptakan untuk membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama. Dan mengenai kebutuhan hidup kita, percayalah bahwa Dia akan memenuhi sesuai dengan waktu-Nya!

Ingatlah bahwa kita diciptakan Allah untuk membangun hubungan dengan-Nya dan kita dilengkapi melalui hubungan dengan sesama.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?