Since Then

Renungan Harian / 21 May 2014

Since Then
Yenny Kartika Official Writer
      1561
Show Indonesian Version

Since he heard the women’s praises from all over towns of Israel about David’s victory over tens of thousands, Saul became jealous of David. Since then, Saul always tried to kill David. Jealousy just led him to weariness. Saul forgot the essence that it’s for whom he did it—not how many he won over it—that matters. He should have done everything for nobody but God.

Then Saul was very angry, and the saying displeased him; and he said, "They have ascribed to David ten thousands, and to me they have ascribed only thousands. Now what more can he have but the kingdom?" (1 Samuel 18:8)

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?