Tuhan Menggenapi Rencana-Nya Atas Keluarga yang Hidup Dalam Kesatuan

Renungan Harian / 3 May 2022

Tuhan Menggenapi Rencana-Nya Atas Keluarga yang Hidup Dalam Kesatuan
Lori Official Writer
      4415

Efesus 5: 21

dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 123; 1 Korintus 12; 1 Samuel 12-13

Di momen mudik dan bertemu dengan keluarga, kita mungkin akan merasakan kebahagiaan tersendiri. Kita bisa menyaksikan seluruh keluarga berkumpul dan menikmati kebersamaan.

Sebagai keluarga, komunikasi menjadi penghubung terbaik antar anggota keluarga, baik suami dengan istri, orang tua dengan anak dan juga sesama saudara.

Saat muncul masalah yang tak terduga, orang tua memegang hak untuk mengambil keputusan. Tetapi bukan berarti anak tidak bisa bersuara dan mengutarakan pendapatnya. Di sinilah komunikasi diperlukan. Masalah akan selesai ketika setiap anggota keluarga diharapkan bisa bertukar pendapat, rendah hati untuk mendengar dan berunding.

Keluarga yang berfungsi dibentuk dari kesatuan setiap anggota keluarga. Ketika satu sama lain saling menjaga dan merangkul, bukan saja akan semakin memperkuat hubungan tetapi juga membentuk kepribadian yang baik. Seperti ketika anak menyaksikan orangtuanya saling mengasihi dan menghormati, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang melakukan tindakan yang sama kepada orang lain.

Seperti yang disampaikan oleh Paulus, setiap anggota keluarga memiliki perannya masing-masing (1 Korintus 12: 12). Karena itulah Anda harus memastikan setiap anggota keluarga menjalani perannya masing-masing. Seperti peran suami istri untuk saling mengasihi di dalam Kristus dan peran anak untuk menghormati orang tua.

Peran inilah, yang disampaikan Paulus, akan mencegah keluarga dari tindakan kekerasan dan kerusakan hubungan. Sehingga rencana Tuhan terjadi atas keluarga.

 

Hak cipta Living Free, diambil dari renungan Crosswalk.com

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?