Duka yang Pantas

Renungan Harian / 4 December 2014

Kalangan Sendiri
Duka yang Pantas
Lori Official Writer
      7338
Show English Version

 2 Samuel 1: 17

Daud menyanyikan nyanyia ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya.


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu6[/kitab]; [kitab]Wahyu12[/kitab]; [kitab]Nehem4-5[/kitab]
Kematian pemusik klasik Lorin Maazel pada Juli 2014 lalu menimbulkan kesedihan mendalam bagi para penggemarnya. Wajar memang karena ia telah berkontribusi besar bagi perkembangan musik klasik. Salah satunya mengembangkan teknik tongkat berbasis memori yang membuat para konduktor musik tidak perlu terlalu bergantung pada partitur (catatan nada musik) saat memimpin orkestra. Selain itu, Lorin juga berkontribusi besar dalam kesuksesan konser New York Philharmonic di Korea pada tahun 2008. Konser itu menjadi titik awal bahwa musik mampu menembus segala perbedaan pandangan politik.

Wajar sekali bila kita berduka secara mendalam ketika kehilangan orang yang telah melakukan banyak kebaikan semasa hidupnya. Namun perikop pagi ini mengingatkan kita tentang duka Daud terhadap kematian Saul dan anaknya Yonatan. Sungguh sangat tidak lazim, ketika Daud meratapi kematian Saul, seorang yang sangat membenci dan pernah berencana membunuhnya. Saul adalah penyebab dibalik penderitaan hidup Daud selama bertahun-tahun hingga harus kehilangan keluarganya.

Sekalipun demikian, ia sama sekali tidak membenci Saul, Daud memilih tidak mengenangnya sebagai musuh maupun penjahat, tetapi pahlawan Israel yang gagah berani. Seperti dalam nyanyian ratapan Daud dalam 2 Samuel 1: 23, “Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa.”

Hari ini ingatlah selalu ada banyak alasan untuk membenci. Namun apapun alasannya, jangan membenci siapapun karena perbuatannya. Tuhan menciptakan setiap orang itu baik, hanya saja perbuatannyalah yang jahat. Jadi, sabar dan doakanlah mereka yang telah membenci dan bertindak buruk kepada Anda.


Jangan pernah menanamkan dendam kepada mereka yang memusuhimu, melainkan ampuni dan kasihilah mereka.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?