Lebih dari Sekedar Hutang Nyawa

Renungan Harian / 22 September 2015

Kalangan Sendiri
Lebih dari Sekedar Hutang Nyawa
Theresia Karo Karo Official Writer
      8489

Roma 1:14

Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]mazmu84[/kitab]; [kitab]lukas5[/kitab]; [kitab]yerem16-17[/kitab]

Walaupun penuh dengan adegan kekerasan, film Saving Private Ryan menyuguhkan cerita memukau tentang pasukan penolong yang dikirim untuk menyelamatkan seorang prajurit dalam Perang Dunia Kedua. 

Saat melancarkan aksinya, satu per satu anggota pasukan tewas; mereka berkorban demi nyawa Prajurit James Ryan. Akhirnya, pemimpin pasukan yang terluka parah dan hampir mati memanggil pemuda James dan hanya berkata, “Terimalah ini.”

Banyak orang memberikan hidup untuk menyelamatkan Ryan, dan dia perlu berterima kasih atas pengorbanan itu. Ryan berhutang nyawa kepada mereka yang telah menyelamatkannya.

Sama seperti Paulus yang merasa berhutang. Dia tahu bahwa Kristus telah mengorbankan diri-Nya untuk membayar dosanya dan membebaskan dia dari penghakiman dan maut. Lalu apa tanggapan Paulus? “Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada bangsa-bangsa lain, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar” (Roma 1:14). 

Lantas mengapa dia berhutang kepada orang-orang itu? Orang Yunani dan bukan Yunani tidak mati untuknya, begitu pula orang terpelajar dan tidak terpelajar. Namun, Kristus mati baginya. Pengorbanan Putra Allah baginya begitu luar biasa, sehingga dia merasa berhutang kepada semua orang untuk memastikan mereka mendengar kasih penebusan Allah. 

Perasaan berhutangnya kepada Kristus, lebih dari sekedar hutang nyawa. Pengorbanan Yesus membuat Paulus berhutang pada semua orang yang memerlukan Juru Selamat. Kita tidak dapat meraih anugerah kasih Allah dengan usaha kita sendiri, tetapi kita bertanggung jawab untuk membagikannya kepada orang-orang lain yang membutuhkan Dia. (Sabda.org)

Kita tidak pernah dapat berkorban terlalu banyak bagi Dia yang telah mengorbankan segala milik-Nya bagi kita.


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?