Pengajaran Masa Lalu

Renungan Harian / 28 October 2014

Kalangan Sendiri
Pengajaran Masa Lalu
Theresia Karo Karo Official Writer
      8511
Show English Version
2 Timotius 4:11b
Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya penting bagiku.


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]mazmu119:89-150[/kitab]; [kitab]iyoha4[/kitab]; [kitab]yehez46-47[/kitab]

Semua orang tentu pernah merasa menyesal akan masa lalu, kesalahan, atau dosa. Bila digambarkan, perasaan ini sangat mirip dengan karakter komik Peanuts yaitu Linus. Pada satu cerita Linus mengatakan, “Mungkin kita seharusnya berpikir tentang hari ini saja.” Hal ini kemudian dibantah oleh karakter lainnya, Charlie Brown. “Tidak, itu namanya menyerah. Aku masih berharap hari kemarin akan memberi sesuatu yang lebih baik.”

Kita tidak akan mungkin mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu. Tetapi, kita dapat belajar dari kesalahan dan dosa masa lampau. Menyatu dengan pertolongan Allah, pengalaman menjadi penuntun ke masa depan yang lebih baik.

Tokoh Alkitab Yohanes Markus juga melewati proses yang serupa. Awalnya ia telah memulai misi bersama Paulus dan Barnabas, dan saat memasuki wilayah Asia Kecil, dia meninggalkan mereka dan pulang ke tempat asalnya [kitab]kisah13:13[/kitab]; [kitab]kisah15:38[/kitab]. Tidak ada penjelasan yang mengungkapkan alasan kepergiannya, tetapi Rasul Paulus menganggap hal ini sebagai pembelotan yang memalukan.

Kemudian, Markus menjadi kawan sekerja Barnabas [kitab]kisah15:39[/kitab]. Tidak ada yang mengetahui detailnya, tetapi yang pasti Markus berubah dan berbaikan dengan Paulus  [kitab]kolos4:10-11[/kitab]. Saat Paulus berada di penjara menunggu pelaksanaan hukuman mati, dia meminta Timotius untuk datang dengan mengajak Markus ikut serta. Dia menganggap Markus ‘penting baginya’ [kitab]iitim4:11[/kitab].

Masa lalu memang tidak akan pernah bisa dihapuskan, tetapi kita dapat belajar darinya. Ketika dengan rendah hati kita mengaku dosa datang kepada Tuhan dan mencari pertolongan-Nya, maka masa depan yang lebih baik sedang menanti.

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, jika anda memulai lagi bersama Allah.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?