Hajaran Kasih

Renungan Harian / 8 August 2010

Hajaran Kasih
Budhi Marpaung Official Writer
      6279
Ibrani 12:11
“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita...Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 39; 1 Timotius 3;  Yesaya 29-30

Beberapa dari Anda mungkin sudah mengenal atau membaca kisah wanita yang satu ini? Hellen Keller tercatat dalam sejarah dunia sebagai orang buta yang berhasil lulus perguruan tinggi dan dengan segala keterbatasannya ia menjadi berkat bagi banyak orang. Namun, di balik semua hal yang luar biasa yang diperbuat Hellen, ada satu tokoh yang sangat berperan di dalam kehidupannya, yakni Anne Sullivan.

Anne adalah guru privat Hellen. Sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk mengajar Hellen. Sewaktu Hellen kecil, Anne harus mendisiplinkan Hellen dengan sangat keras agar ia bisa makan dengan sendok. Kedua orangtua Hellen pada awalnya berkeberatan dengan cara mengajar Anne yang menurut mereka terlalu disiplin. Namun, setelah Anne meyakinkan kedua orang tua Hellen bahwa apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang akan berguna bagi anak ini kelak, mereka pun membiarkannya melakukan didikan yang keras kepada buah hati mereka. Dan, tindakan Anne ini ternyata memang membawa perubahan. Jika saja Anne waktu itu mengikuti saran orangtua Hellen, maka dunia tidak akan pernah diberkati oleh seorang Hellen Keller.

Demikian juga dengan Bapa di Surga. Karena Dia adalah Bapa yang baik, itu sebabnya Dia mendisiplinkan kita. Penulis kitab Ibrani menuliskan didikan Tuhan dari sudut pandang Tuhan. Dia memberi kita petunjuk bagaimana harus bersikap ketika dihajar Tuhan. Pertama, jangan pernah menganggap enteng. Sikap menganggap enteng membuat kita tidak pernah belajar dari kesalahan yang kita perbuat, sehingga kita terus menerus membuat kesalahan yang sama. Kedua, janganlah menjadi putus asa (Ibrani 12:5). Putus asa adalah penghalang terbesar manusia untuk maju. Ia membuat seseorang menjadi tidak berpengharapan. Ingatlah ini selalu, Tuhan mendidik bukanlah karena benci, sebaliknya karena Dia mengasihi dan menganggap kita anak-Nya (Ibrani 12:6).

Dididik dan dihajar Tuhan memang tidak menyenangkan. Namun, itulah bukti kasih Tuhan yang sangat besar pada kita. Selama ini, bagaimana respons kita terhadap didikan Tuhan? Sepatutnya kita bersyukur dan menerima didikan-Nya.

Hajaran Tuhan adalah hajaran yang dilandasi oleh kasih bukan kebencian.

Sumber: Renungan Harian Edisi Setahun  

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?