Tangisan yang Sampai ke Telinga Tuhan

Renungan Harian / 3 October 2026

Tangisan yang Sampai ke Telinga Tuhan
Claudia Jessica Official Writer
      156

Yesaya 38: 2-3

Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi.

 

Ada kabar yang bisa membuat hati manusia runtuh seketika. Salah satunya adalah ketika seseorang mendengar bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Itulah yang dialami Raja Hizkia. Di tengah sakitnya, Nabi Yesaya datang membawa pesan yang sangat berat, “Engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

Secara manusia, itu terdengar seperti akhir dari segalanya. Namun respons Hizkia menarik untuk kita renungkan. Ia tidak langsung tenggelam dalam keputusasaan. Ia memalingkan wajahnya ke dinding dan berdoa kepada Tuhan.

Dalam kesedihan yang mendalam, Hizkia datang kepada Allah dengan jujur. Ia mengingat kembali hidupnya di hadapan Tuhan, kesetiaannya, ketulusan hatinya, dan apa yang sudah ia lakukan dengan benar.

Doa Hizkia bukan doa yang dibuat-buat agar terlihat kuat. Itu adalah doa seorang manusia yang sedang hancur, takut, dan berada di batas kemampuannya. Namun justru di sanalah kita melihat bahwa Tuhan tidak alergi terhadap air mata. Tuhan mendengar doa yang keluar dari hati yang remuk. (Ayat 2-3)

Lalu sesuatu yang luar biasa terjadi. Sebelum Yesaya pergi jauh, Tuhan menyuruhnya kembali kepada Hizkia dengan pesan yang baru, “Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi.” (Ayat 5)

Kisah ini mengingatkan kita bahwa doa bukanlah rutinitas rohani. Doa adalah tempat kita membawa seluruh isi hati kepada Tuhan, termasuk ketakutan, air mata, dan pergumulan yang tidak bisa kita ceritakan kepada semua orang.

Memang tidak semua doa dijawab persis seperti yang kita minta. Tetapi satu hal yang pasti adalah Tuhan mendengar, Tuhan melihat, Tuhan peduli.

 

Momen refleksi:

Apakah ada pergumulan yang selama ini membuatmu merasa sudah tidak punya harapan lagi?

Action hari ini:

Seperti Hizkia, jangan berhenti datang kepada Tuhan. Bawa tangismu, ceritakan ketakutanmu, dan tetap percaya bahwa hati Tuhan dapat dijamah oleh doa yang tulus.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?