Berada di Tengah Lingkaran Pergaulan yang Membangun
Kalangan Sendiri

Berada di Tengah Lingkaran Pergaulan yang Membangun

Lori Official Writer
      294

Amsal 13:20 

“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang." 

 

Sering kali kita tidak menyadari bahwa arah hidup kita bukan hanya ditentukan oleh keputusan besar, tetapi juga oleh orang-orang yang setiap hari berjalan bersama kita. Ada sebuah ungkapan yang berkata, “Diri Anda adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama.” Kalimat ini sederhana, namun mengandung kebenaran yang dalam—terutama dalam perjalanan iman. 

Tidak semua relasi itu jahat, tetapi tidak semua relasi membawa kita ke arah yang benar. Ada orang-orang yang kehadirannya membuat hati kita lebih peka pada Tuhan, lebih berani melangkah dalam kebenaran, dan lebih kuat saat iman diuji. Namun ada pula relasi yang tanpa disadari membuat doa terasa berat, kebenaran terasa kompromistis, dan panggilan Tuhan terasa jauh. 

Amsal 13:20 mengingatkan kita bahwa pergaulan membentuk arah. Bergaul dengan orang bijak tidak hanya membuat kita “tahu lebih banyak”, tetapi menolong kita hidup lebih selaras dengan kehendak Tuhan. Sebaliknya, pergaulan yang salah—meskipun tampak netral atau menyenangkan—perlahan dapat menggerus iman dan kepekaan rohani (1 Korintus 15: 33)

Tuhan peduli bukan hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga dengan siapa kita berjalan. Ia sering memakai komunitas yang tepat untuk memulihkan, memposisikan ulang, dan mendorong kita keluar dari masa lalu menuju masa depan yang telah Ia siapkan. Lingkaran pergaulan yang sehat tidak membiarkan kita tinggal di tempat yang sama; mereka mengasah kita dengan kasih, menegur dengan kebenaran, dan menguatkan saat kita Lelah (Ibrani 10: 24-25)

Membangun lingkaran pergaulan yang benar membutuhkan hikmat. Ini bukan tentang memutuskan relasi secara kasar, tetapi tentang menata ulang prioritas dengan dewasa. Ada relasi yang perlu dipelihara lebih dalam, ada yang perlu diberi batas sehat, dan ada yang perlu dilepaskan agar kita bisa bertumbuh. Pemangkasan memang tidak nyaman, tetapi sering kali itulah jalan menuju pertumbuhan yang baru. 

Lingkaran pergaulan yang ditetapkan Tuhan akan selalu membawa kita lebih dekat kepada-Nya—membuat iman terasa mungkin, panggilan terasa nyata, dan perjalanan tidak terasa sendirian. 

 

Momen Refleksi: 

1. Di dalam lingkaran pergaulan yang Anda miliki sat inni di dalam keseharian Anda, apakah mereka membuat Anda menjadi pribadi yang lebih bertumbuh dan berkembang atau justru membuat beberapa nilai dalam hidup Anda semakin memudar? 

2. Mari identifikasi lingkaran pergaulan mana diantaranya yang perlu Anda pertahankan dan yang perlu Anda pangkas? 

Ikuti Kami