Hubungan yang Menguatkan vs yang Melemahkan
Kalangan Sendiri

Hubungan yang Menguatkan vs yang Melemahkan

Lori Official Writer
      306

Amsal 12:26

“Orang benar menjadi penuntun bagi sesamanya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka.”

 

Manusia diciptakan sebagai makhluk relasional. Sejak awal, Tuhan merancang hidup kita untuk bertumbuh melalui hubungan dengan sesama. Namun firman Tuhan dengan tegas mengingatkan bahwa tidak semua relasi membawa dampak yang sama. Amsal 12:26 menunjukkan bahwa setiap hubungan selalu memiliki arah, entah menuntun kepada kebenaran atau justru menyesatkan langkah hidup kita. Karena itu, relasi tidak pernah netral. Ia selalu membentuk karakter, iman, dan keputusan kita.

Orang benar digambarkan sebagai penuntun bagi sesamanya. Artinya, hubungan yang menguatkan adalah relasi yang membawa pertumbuhan bersama, bukan hanya secara emosional, tetapi juga secara rohani. Dalam hubungan seperti ini, ada keberanian untuk saling menegur dengan kasih dan kesediaan untuk saling menopang saat jatuh. Alkitab berkata, “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (Amsal 27:17). Relasi yang sehat menolong kita tetap setia pada panggilan Tuhan, bahkan ketika prosesnya tidak mudah. 

Sebaliknya, jalan orang fasik digambarkan sebagai jalan yang menyesatkan. Hubungan yang menguras sering kali tidak langsung terlihat berbahaya. Ia bisa tampak menyenangkan, akrab, dan penuh kenyamanan. Namun secara perlahan, relasi semacam ini menjauhkan kita dari nilai-nilai Kerajaan Allah. Gosip, pesimisme, dan kompromi dengan dosa dapat menjadi benih yang merusak kepekaan rohani.

1 Korintus 15:33 mengingatkan, “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” Jika sebuah hubungan membuat damai sejahtera kita hilang dan visi tentang Tuhan menjadi kabur, maka relasi tersebut sedang melemahkan, bukan menguatkan. 

Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup sendiri, melainkan sebagai bagian dari satu tubuh yang saling membangun. Karena itu, memilih relasi yang sehat bukanlah sikap eksklusif, melainkan bentuk penatalayanan hidup yang bijaksana. Tuhan mendorong setiap kita untuk saling menasihatkan, saling memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih serta perbuatan baik. Lingkungan yang benar akan menolong kita memikul panggilan hidup bersama, sehingga beban terasa lebih ringan dan iman terus bertumbuh. 

 

Action Praktis:

Evaluasi relasi terdekat dalam hidup Anda dan perhatikan mana yang membawa Anda semakin dekat kepada Tuhan. Rawat hubungan yang menguatkan dan beranilah membatasi relasi yang menguras tanpa harus membenci orangnya. Mulailah menjadi pribadi yang menguatkan dengan kata-kata yang membangun, sikap yang benar, dan doa bagi sesama.

Ikuti Kami