3 Langkah Sederhana Menuju Kemenangan Merebut Tanah Perjanjian
Kalangan Sendiri

3 Langkah Sederhana Menuju Kemenangan Merebut Tanah Perjanjian

Puji Astuti Official Writer
      2355

Ayat Renungan: Ulangan 11:24-25, “Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu. Tidak ada yang akan dapat bertahan menghadapi kamu: TUHAN, Allahmu, akan membuat seluruh negeri yang kauinjak itu menjadi gemetar dan takut kepadamu, seperti yang dijanjikan TUHAN kepadamu.” 

Ayat di atas adalah janji Tuhan atas Israel yang diberikan melalui Musa dan diwariskan kepada Yosua yang membawa bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. Tahukah Anda bahwa kita sebagai orang percaya memiliki "Tanah Perjanjian" yang dijanjikan oleh Tuhan secara khusus kepada kita? 

Seperti yang dialami oleh Yosua dalam perjalanan menuju Tanah Kanaan, kita juga dihadapkan pada tantangan dan ketakutan yang dapat menghambat kita mencapai janji Tuhan. Namun, melalui pemahaman tiga langkah sederhana dari kisah Yosua,percayalah bahwa kita dapat menaklukkan tanah perjanjian kita dengan keyakinan dan kemenangan. 

Langkah pertama adalah "Mengambil."

Yosua dengan iman mengambil tanah yang dijanjikan oleh Tuhan dengan keberanian dan ketaatan. Dia percaya bahwa Tuhan Allah Israel menyertai mereka untuk menaklukan bangsa-bangsa di tanah Kanaan.   

Begitu pula dalam hidup kita, kita perlu mengambil tindakan konkret untuk menaklukkan ketakutan dan tantangan di depan kita. Apa yang Tuhan katakan kepada Yosua ini juga berlaku bagi kita, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." (Yosua 1:9).  

Ambillah langkah-langkah kecil yang penuh iman untuk melangkah maju, dan Tuhan akan menyertai setiap langkahmu. 

Langkah kedua adalah "Membagi."

Yosua mendapat mandat untuk  membagikan Tanah Perjanjian  kepada suku-suku Israel. Mereka bekerja sama dalam menaklukan tanah Kanaan tersebut, hingga setiap suku mendapatkan bagiannya (Yosua 11:23).  

Kita tidak bisa berperang sendirian, Anda butuh rekan kerja dan tim yang bisa bergerak bersama. Dan pada akhirnya, kemenangan itu bukan kemenangan Anda sendiri tetapi kemenangan sebuah tim. Kemuliaan dan berkat dari kemenangan tersebut tentulah bukan untuk Anda seorang, seperti Yosua, kita juga harus membaginya dengan mereka yang berjuang bersama.   

Langkah ketiga adalah "Memiliki."

Setelah tanah perjanjian itu dikuasai, Tuhan memerintahkan Yosua untuk memiliki dan menduduki tanah itu sepenuhnya. Dalam hal ini bangsa Israel diingatkan untuk hidup dalam takut akan Tuhan sehingga berkat Tuhan mengalir atas mereka. Jika mereka berbalik dari Tuhan, bukan hanya kutuk turun atas mereka, tapi negeri itu juga akan jatuh kepada musuh-mush mereka.  

Ulangan 11:26-28 berkata, “Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.” 

Penting bagi untuk kita memiliki janji-janji Tuhan sepenuhnya dalam hidup kita.  Caranya sangat sederhana, yaitu hidup dalam ketaatan. Kekuatiran dan ketakutan adalah penghalang bagi kita untuk hidup dalam iman dan ketaatan. Untuk itu jangan biarkan ketakutan dan kekuatiran bercokol dalam hati kita, begitu muncul bawalah hal itu dalam doa kita.   

Action: Mari kita menerapkan 3 langkah sederhana di atas dalam hidup kita,  dan percayalah bahwa Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah. Ingatlah bahwa kita lebih dari pemenang, dan bersama Tuhan kita pasti diberi kesanggupan untuk menaklukkan tanah perjanjian-Nya dengan penuh keberanian. 

Ayat Hafalan: Ibrani 13:6, Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: ”Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” 

Ikuti Kami