Anak Panah di Tangan Pahlawan
Kalangan Sendiri

Anak Panah di Tangan Pahlawan

Lori Official Writer
      1822

Ayat Renungan: Mazmur 127: 4, “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.”

 

Mazmur 127 adalah lagu penyembahan yang dinyanyikan umat Tuhan saat beribadah. Bagian kitab ini pun ditulis oleh Raja Salomo, putra dari Raja Daud. Jika kita membaca dari ayat yang pertama sampai akhir, pemazmur menegaskan bahwa jika bukan Tuhan yang membangun rumah, jika bukan Tuhan yang mengawasi dan memberi, maka sia-sialah jerih lelah kita. Jadi pemazmur mengingatkan bahwa di luar Tuhan kita tidak bisa melakukan apa-apa.

Ini ibarat membangun rumah tanpa bantuan Tuhan. Saat fondasinya salah, maka apapun yang kita hasilkan dari rumah ini akan mudah hancur. Sama halnya seperti membesarkan anak, tanpa melibatkan Tuhan anak hanya akan bertumbuh mengikuti arus dunia yang membuatnya rapuh. Tapi hasilnya akan berbeda jika kita hidup di dalam Tuhan! Kita akan berusaha memberikan yang terbaik kepada anak karena kita menyadari bahwa anak adalah milik pusaka dan warisan dari Tuhan" (Mazmur 127: 3). Dan dengan teladan iman yang kita punya menolong anak bertumbuh sesuai dengan kehendak Tuhan. 

Mengasuh anak adalah hak istimewa dari Tuhan. Pemazmur sendiri menggambarkan anak-anak "Seperti anak panah di tangan pahlawan..." (Mazmur 127: 4). Definisi ini mungkin bertentangan dengan apa yang dipikirkan dunia tentang anak. Anak dianggap sebagai beban atau tanggung jawab yang memperlambat kita dalam mencapai tujuan hidup atau impian kita yang lain. Dan banyak pasangan muda yang sengaja menolak hak ini karena mereka menilai anak itu merepotkan, berisik dan menjadi beban hidup. 

Itu adalah pikiran yang keliru! Karena Alkitab menerangkan bahwa Tuhan sendiri menetapkan anak sebagai bagian dari rancangan baik Tuhan (Kejadian 1: 26-28). Tuhan memerintahkan Adam dan Hawa untuk beranak cucu dan bertambah banyak, dan panggilan inilah yang perlu diteruskan orang tua. Bahwa kita adalah "pahlawan" yang melesatkan "anak panah" tepat kepada sasarannya. Dan tanpa Tuhan kita tidak mungkin bisa melakukannya!

 

Action: Mari periksa kembali hidup kita, apakah kita sudah menjadikan Tuhan yang terutama dari semua hal dalam hidup kita? Tulis satu tindakan yang bisa kamu lakukan untuk lebih mengandalkan Tuhan di satu minggu ke depan. 

Ayat Hafalan: Titus 2: 6-7, “Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.”

Ikuti Kami