Diberi Hak Istimewa untuk Memberi
Kalangan Sendiri

Diberi Hak Istimewa untuk Memberi

Lori Official Writer
      1792

Ayat Renungan: 2 Korintus 8: 12, “Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.”

 

Waktu buket persembahan dijalankan, apakah kita dengan antusias memberikan dari apa yang kita punya? Atau kita justru enggan memberi? Sama seperti Bapa memberikan kita iman, hikmat dan kasih, Dia juga mau supaya kita memberi dari apa yang kita punya dengan kemurahan hati. Demikian disampaikan dalam 2 Korintus 8: 12, "Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu."

Di dalam Alkitab, kita bisa belajar dari hidup orang-orang Makedonia di zaman Paulus. Walaupun mereka hidup terbatas, orang-orang percaya di masa itu justru meminta hak istimewa untuk memberi bagi pelayanan gereja di Yerusalem (2 Korintus 8: 4). Mereka menganggap penting persembahan untuk pelayanan di rumah Tuhan dan menjadikannya sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dari hal penting menjadi pengikut Kristus.

Bagi banyak orang, persepuluhan dianggap sebagai standar dalam memberi. Konsep ini berasal dari Perjanjian Lama saat Abraham memberi Melkisedek sepersepuluh dari rampasan perang (Kejadian 14: 18-20). Persepuluhan, yang merupakan satu aturan baku dari Allah bagi bangsa Israel, diibaratkan seperti pajak nasional. Dan realitanya, mereka memiliki tiga bagian persepuluhan yaitu untuk mendukung para imam dan orang Lewi (Bilangan 18: 24), untuk Bait Suci dan hari raya (Ulangan 14: 22-27) dan untuk diberikan setiap tiga tahun bagi kepentingan orang-orang miskin (Ulangan 14: 28-29). Saat ini, persembahan kepada gereja kita berikan untuk membayar para pendeta dan staf, menyediakan pelayanan dan pemeliharaan gereja dan membantu mereka yang membutuhkan secara materi.

Tuhan memanggil setiap orang untuk memiliki kemurahan hati yang melimpah. Tapi pemberian itu harus bersifat sukarela (2 Korintus 8: 8), meniru teladan Kristus (2 Korintus 8: 9), dimotivasi oleh keinginan untuk memberi (2 Korintus 8: 10) dan sesuai dengan apa yang kita miliki (2 Korintus 8: 12). Saat kita menyerahkan seluruh hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, kita pasti akan punya kemurahan hati yang melimpah untuk memberi bagi gereja Tuhan dan bagi sesama yang membutuhkan.

 

Action: Seberapa peduli kita terhadap kepentingan Tuhan? Mari mulai dengan menaati perintah Tuhan yaitu memberi dari apa yang kita punya untuk gereja Tuhan. 

Ayat Hafalan: Amsal 19: 17, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” 

Ikuti Kami