Membangun Hubungan Dua Arah
Kalangan Sendiri

Membangun Hubungan Dua Arah

Lori Official Writer
      1825

Ayat Renungan: 

1 Yohanes 4: 19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”

Mazmur 86: 15, “Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia."

 

Suatu saat saya mendapatkan impresi yang cukup mengagetkan dari seorang hamba Tuhan, teman saya. Dia mengatakan, ketika kita berkomunikasi dengan seseorang, itu dimulai dari kasih. Jika kita mengasihi seseorang, kita akan berbicara dengannya. Namun, jika kita tidak suka atau bermusuhan dengan seseorang, kita cenderung menjauh dan tidak mau berbicara dengannya. Ini juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan sudah lebih dulu mengasihi kita karena itulah kita ingin menunjukkan kasih yang sama kepada Tuhan. Demikian disampaikan dalam, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” (1 Yohanes 4: 19)

Pentingnya mengerti kasih Tuhan dan membangun kedekatan dengan-Nya mirip dengan hubungan kita dengan seorang sahabat. Saat kita bersukacita, kita pasti ingin berbagi dengan sahabat kita. Jadi dalam hal ini, hubungan itu bukan hanya bicara dari satu pihak, tapi melibatkan kedua belah pihak. Dalam hubungan dengan Tuhan, kita perlu memberi dan menerima. 

Pagi ini, kita akan belajar empat langkah penting membangun keintiman dengan Tuhan:

1. Hubungan dengan Tuhan harus didasarkan pada pengalaman pribadi. Ketika kita merasa dicintai oleh Tuhan, hati kita dipenuhi dengan kasih-Nya. Kasih tersebut mendorong kita untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan-Nya. Ini melibatkan transaksi, di mana semangat baru menggantikan ketidakaktifan kita dalam membangun hubungan dengan Tuhan. “Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia." (Mazmur 86: 15)

2. Jadwalkan waktu pribadi dengan Tuhan. Saat kita dengan sengaja mengatur waktu untuk Tuhan, kita disiplin dalam membentuk diri kita.

3. Berikan Tuhan kesempatan untuk berbicara kepada kita. Izinkan Tuhan menyampaikan pikiran dan perasaan-Nya kepada kita sehingga kita dapat mendengar kehendak-Nya. “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” (Mazmur 46: 10a)

4. Jaga hubungan dengan Tuhan dengan memprioritaskan-Nya di atas segalanya. Saat Tuhan menjadi penting dalam hidup kita, kita mencarinya bahkan segera setelah bangun tidur.

Mari mulai membangun keintiman dengan Tuhan selama 66 hari pertama dan lihat bagaimana Tuhan membentuk kebiasaan dan karakter kita. Hari ini, mari mulai langkah-langkah di atas dan biarkan Tuhan menjadi pusat kehidupan kita.

 

Action: Ambil langkah sederhana seperti membaca Alkitab setiap pagi sebelum beraktifitas. Tentukan satu pasal setiap hari untuk kita baca dan buat catatan dari setiap kitab tersebut.

Ayat Hafalan: Matius 6: 33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Hak cipta @Maria Kaesmetan

Ikuti Kami