Bertindak Heroik

Renungan Harian / 1 November 2014

Kalangan Sendiri
Bertindak Heroik
Lori Official Writer
      9207
Show English Version
Ibrani 11: 32

Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi.

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu123[/kitab]; [kitab]Yudas1[/kitab]; [kitab]Yerem48-49[/kitab]

Ada dua kategori orang yang disebut heroik, yakni mereka yang melakukan perbuatan heroik dan tidak menimbang bahaya dan keselamatan dirinya demi orang lain. Dalam film ‘The Perfect Storm’ Anda dapat melihat bagaimana para nelayan secara heroik berjuang menyelamatkan yang lain dan mengabaikan keselamatannya.

Sedang jenis pahlawan lainnya adalah mereka yang aktif bereaksi atas tantangan kehidupan. Mereka adalah para pekerja sukarelawan yang layak diberi penghargaan karena terbeban memperjuangkan kaum miskin, anak telantar hingga kaum tertindas. Mereka adalah orang-orang yang konsisten menunjukkan tindakan heroik di kehidupan sehari-harinya.

David Livingstone, seorang missionaris yang telah bertahun-tahun memperkenalkan injil dan memperjuangkan perbudakan di Afrika. Dalam prosesi pemakamannya, seorang pria berambut abu-abu menangis terisak-isak dan berkata, “Saya tidak menangis untuk dia (Livingstone) tapi saya menangisi diri saya sendiri, sebab Livingstone hidup untuk sesuatu sedang saya hidup tidak untuk apa-apa”.

Salah satu tragedi hidup terbesar adalah hidup tanpa arti, hidup yang hanya berpusat pada kegemerlapan dunia yang bersifat sementara. Hingga di satu titik kita sadar bahwa kita hanyalah debu dan abu.

Dalam Ibrani 11:32 dituliskan bahwa akan sangat kekurangan waktu jika harus menyebut nama para heroik di Alkitab satu per satu. Mereka digerakkan oleh kasih dan iman untuk memberi hidupnya bagi banyak orang dan rela menderita. Tuhan pun ingin agar kita siap mengisi hidup dengan tindakan kasih bagi orang lain, sehingga kelak, kita tak akan menangisi waktu yang telah terbuang sia-sia.

Hidup akan bermakna ketika kita memberi diri bagi orang lain.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?