Antara Doa yang Ragu-ragu dan Penuh Percaya

Renungan Harian / 30 September 2026

Antara Doa yang Ragu-ragu dan Penuh Percaya
Lori Official Writer
      554

Markus 9: 23

"Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

 

Seorang anak meminta izin kepada ayahnya untuk memanjat pohon mangga di halaman rumah. Jadi dia meminta tolong ayahnya tetap berjaga-jaga di bawah kalau tiba-tiba ia terjatuh. Lalu sang ayah berkata, "Iya, Ayah akan tangkap di bawah, ayo kamu pasti bisa."

Namun, keraguan muncul di hati anak itu bahkan saat dia masih meraih dahan pertama - memegang batang pohon dengan gemetar sambil terus berkata, "Ayah yakin aku bisa? Ayah bisa tangkap aku kan kalau aku jatuh?" Keraguan di hatinya membuat ia enggan melangkah, padahal sang ayah sudah berdiri tepat di bawah.

Seperti anak ini, kita juga seringkali memperlakukan Tuhan. Waktu kita berdoa, biasanya kita berkata, "Tuhan, kalau Engkau  bisa melakukannaya..." Ya, kita memang mengucapkannya dengan lembut, tetapi disana ada keraguan yang terbungkus rapat. Iman kita beradu antara percaya kuasa-Nya dan besarnya hal yang kita doakan. 

Demikian saat seorang ayah dalam Markus 9 menghampiri Yesus dan memohon kesembuhan dari anaknya yang sedang sekarat. Dia berkata, "Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." (Markus 9:22). Mendengar  permohonan ayah ini, Yesus meresponi dengan alis yang sedikit naik dan mimik wajah yang terheran-heran dan berkata, "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Markus 9: 23) Itu adalah teguran yang cukup keras! Ia menegaskan bahwa persoalannya tidak pernah terletak pada apakah Allah mampu, melainkan pada seberapa percaya kita akan kuasa-Nya.

Saudara, inilah kebenaran tentang kuasa doa. Doa tanpa iman pada dasarnya hanyalah kata-kata yang tak punya kuasa. Sebaliknya, waktu kita berdoa dengan penuh keyakinan, doa itu akan berubah menjadi saluran kuasa Ilahi yang bekerja nyata dalam hidup kita. Seperti Yosua yang maju ke medan perang yang secara jumlah mereka benar-benar kalah telak. Tetapi apa yang terjadi? Dengan keberanian iman yang besar, Yosua berseru. "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" (Yosua 10: 12), Tuhan menjawab doanya dan memberikan mereka kemenangan.

Inilah perbedaan doa Yosua dengan doa kita yang penuh keraguan. Yosua percaya penuh Tuhan menyertai dia - sehingga dia berani meminta hal yang melampaui akal sehat karena Tuhan yang ia percaya adalah Tuhan yang sudah menjanjikan kemenangan atas bangsanya. 

Jadi inti dari doa kita bukan saja tentang sebuah permohonan yang tidak masuk akal. Tetapi apakah kita sudah menaruh dasar iman yang benar sebelum berdoa? Ini sangat menentukan hasil dari doa kita, seperti prinsip dalam Yohanes 15: 7 yang berkata, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."

Sudah dimana level doa kita saat ini? Apakah kita masih seperti anak kecil atau seorang ayah yang ragu itu? Atau kita seperti Yosua - yang percaya dan menaruh iman kepada janji Tuhan sehingga dia meminta doa yang bahkan mustahil sekalipun?

Jika hari-hari ini keadaan yang Anda hadapi tampak begitu besar dan seolah tak ada harapan pemulihan - mari dengarkan apa kata Yesus: "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Anda sendiri yang memutuskan, apakah Anda mau percaya atau tidak!

 

Tuhan Yesus Memberkati!

Junita Harefa
Junita Harefa 30 September 2026 15:54

Amin

merlin harefa
merlin harefa 30 September 2026 15:45

ku tetap percaya

Tina Dc
Tina Dc 30 September 2026 08:47

Amin

Firman Lao Lee
Firman Lao Lee 30 September 2026 08:30

Amin

kristina mendrofa
kristina mendrofa 30 September 2026 07:09

Blessed 😇

Iin Zebua
Iin Zebua 30 September 2026 07:09

Amin 🙏

Paskah Telaumbanua
Paskah Telaumbanua 30 September 2026 05:55

Blessed.

Ebenezer Parulian Dabukke
Ebenezer Parulian Dabukke 30 September 2026 03:38

Bagi Tuhan Tidak ada yang Mustahil..Amin

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?