Efesus 5: 15-16
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari adalah jahat."
Bayangkan ketika kita terlelap tidur di jam-jam subuh setelah semalaman kita menguras semua tenaga dan waktu kita untuk bekerja. Tetapi tanpa terduga sesuatu menggoncang tempat tidur kita. Kita sontak terbangun karena kaget gempa sedang menggoncang tanah dan seisi rumah ikut digoncang, termasuk kita yang sedang terlelap sebelumnya. Untuknya kita masih sempat menyelamatkan diri meskipun rumah dan semua isinya roboh tak tersisa.
Saat mendapati diri Anda masih diberi kehidupan dan napas, hal itu patut disyukuri dengan ucapan, "Puji Tuhan, terima kasih untuk keselamatan ini."
Saudara, ada banyak hal dalam hidup yang dapat mengancam nyawa kita secara tiba-tiba dan di luar pemahaman kita. Namun, kita tidak sedang membahas tentang hidup dan mati, melainkan bagaimana kita memaknai waktu yang tersisa selama napas masih di kandung badan.
Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus mengingatkan tentang hal sederhana yang kadang kurang kita hargai yaitu waktu.
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari adalah jahat." (Efesus 5: 15-16)
Sebagai pengelola yang baik, seberapa bijaksana kita memakai waktu yang kita punya dalam hidup kita? Kesibukan kita selama 8 jam atau lebih dalam sehari mungkin sering menjadi pembelaan bahwa kita sudah memakai waktu dengan maksimal. Tetapi lebih dari itu, bukan tentang seberapa lelah dan terkurasnya waktu yang kita habiskan sepanjang hari, melainkan dampak apa yang sudah kita hasilkan dari hidup kita.
Kata "perhatikanlah dengan saksama" (dalam bahasa Yunani: akribos) mengindikasikan ketelitian yang mendalam—seperti seorang ahli bedah yang berhati-hati. Paulus menasihati agar kita hidup sebagai orang arif yang mempergunakan waktu, karena "hari-hari ini adalah jahat" (ponera), yang bermakna penuh tipu daya dan kesempatan yang dicuri oleh zaman. Ia membandingkan dua jenis manusia: yang tidak bijaksana dan yang bijaksana. Orang yang tidak bijaksana bisa saja tampak sangat sibuk dan produktif, namun sesungguhnya sedang menghindar dari panggilan yang Tuhan percayakan. Sebaliknya, orang yang bijaksana justru mempergunakan waktunya dengan tepat, karena ia menyadari bahwa hari-hari yang ia jalani penuh dengan tantangan yang membutuhkan ketajaman rohani, bukan sekadar kesibukan fisik.
Di Matius 6:33, Tuhan Yesus mengajarkan untuk kita "mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya", bukan menyibukkan diri dengan hal-hal yang sebenarnya bukan prioritas utama. Waktu kita mencari Tuhan lebih dulu di atas dari semua kesibukan kita, maka Tuhan sendiri yang akan mentransfer mandat penting yang perlu kita tuntaskan di setiap musim kehidupan kita.
Bisa jadi di musim ini Tuhan sedang mempercayakan Anda untuk menanam benih kebenaran. Lalu di musim kehidupan berikutnya, Anda merawat atau menuai. Tuhan juga bisa menghendaki kita untuk mundur dan berdiam. Sama seperti ketika Tuhan Yesus berada di tengah kerumunan orang banyak yang ingin dilayani, tetapi Dia memilih untuk menyendiri dan berdoa (Lukas 5: 16). Tindakan ini Ia lakukan karena Ia tahu persis membedakan mana agenda Bapa dan mana desakan dunia. Ia tidak ingin terjebak dalam perangkap kesibukan yang melelahkan fisik tetapi tidak menghasilkan dampak kekal.
Saudara, hari ini biarkan nasihat Paulus menjadi pengingat bagi kita untuk menyadari bahwa Tuhan mempercayakan kita mandat sebagai pengelola waktu. Mari jangan biarkan dunia merampok waktu yang seharusnya kita pergunakan untuk mengerjakan kehendak Tuhan. Waktu hidup kita ada di tangan Tuhan, jadi mari jangan menyia-nyiakannya untuk hanya sekadar menjalani hidup rutinitas kita semata.
Tuhan Yesus Memberkati!
Refleksi Pribadi:
Hari ini, mari mengingat kembali apa yang Tuhan kehendak untuk Anda lakukan di musim ini? Sejauh apa Anda sudah melangkah mengerjakannya? Apakah ada distraksi yang menyeret Anda untuk menunda atau berhenti mengerjakannya?
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!