Film Kristen terbaru Daniel and the Fiery Furnace resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 23 September 2026. Dibintangi Mena Massoud sebagai Daniel dan Elijah Alexander sebagai Raja Nebukadnezar, film berdurasi 108 menit ini membawa salah satu kisah Alkitab yang mungkin sudah sangat familier bagi banyak orang Kristen ke layar lebar.
Namun, film karya Matthew dan Daniel Kooman ini ternyata tidak sekadar menceritakan kembali kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dilemparkan ke dalam perapian.
Ada sejumlah pengembangan cerita dan pertanyaan menarik tentang iman, kompromi, hingga berhala yang membuat film ini berbeda dari kisah yang biasa kita dengar sejak Sekolah Minggu.
Berikut 7 fakta unik Daniel and the Fiery Furnace yang menarik diketahui sebelum menontonnya.
1. Bukan Cerita Perapian Biasa
Meski judulnya Daniel and the Fiery Furnace, film ini sebenarnya mengadaptasi sebagian besar kisah dari Daniel 1–3.
BACA JUGA: Daniel and the Fiery Furnace, Tak Sekedar Adaptasi Tapi Dikaji Ahli Alkitab
Kita akan melihat perjalanan Daniel dan ketiga sahabatnya sejak dibawa ke Babel, ujian makanan dari meja raja, mimpi Nebukadnezar yang harus diartikan Daniel, hingga akhirnya muncul perintah untuk menyembah patung emas. Film juga menghubungkan kisah Daniel dengan Yeremia 36 dan kejatuhan Yerusalem.
2. Daniel Digambarkan Ikut Membangun Patung Nebukadnezar
Inilah salah satu pengembangan cerita paling menarik dalam film.
Daniel digambarkan membantu Nebukadnezar merancang dan membangun patungnya karena ia bekerja di bawah pemerintahan sang raja. Namun ketika patung tersebut kemudian harus disembah, Daniel memilih tidak ikut tunduk kepadanya.
Melansir dari Christianity Today, Matthew dan Daniel Kooman menjelaskan bahwa mereka sengaja ingin mengeksplorasi pertanyaan yang relevan bagi orang percaya di setiap zaman.
Kita tidak mungkin sepenuhnya menghindari keterlibatan dengan berhala di sekitar kita, tetapi di mana batas antara ikut berpartisipasi dan ikut tunduk menyembah berhala.
Perlu dicatat bahwa keterlibatan Daniel dalam pembangunan patung tersebut merupakan pengembangan dramatis film, bukan yang dituliskan dalam Kitab Daniel.
3. Ada Bagian Alkitab yang Sengaja Dikembangkan
Film ini juga mengambil kebebasan kreatif untuk mengisi bagian-bagian yang tidak dijelaskan secara rinci dalam Alkitab.
Misalnya, ketika Daniel dan sahabat-sahabatnya berada di istana Babel, film menggambarkan mereka bukan hanya diuji melalui makanan raja, tetapi juga menghadapi berbagai godaan sebelum melayani di lingkungan kerajaan.
Sebagai penonton, penting bagi kita untuk tetap bisa membedakan antara apa yang tertulis di Alkitab dan interpretasi dramatis yang digunakan pembuat film untuk mengembangkan karakter dan konflik.
BACA JUGA: Kisah Daniel di Gua Singa Ajarkan Joses Bahwa Tuhan Juga Turut Bekerja dalam Hidupnya
4. Nebukadnezar Tidak Sekadar Digambarkan Sebagai Raja Jahat
Salah satu karakter yang mendapat sorotan besar justru Raja Nebukadnezar, yang dimainkan Elijah Alexander, pemeran Atticus dalam serial The Chosen.
Ia tetap digambarkan sebagai raja yang kejam dan haus kekuasaan, tetapi tidak menjadi antagonis. Nebukadnezar juga diperlihatkan sebagai seseorang yang religius, mengenal sebagian kisah bangsa Israel, penasaran terhadap Allah yang disembah Daniel, bahkan mampu merasa takjub ketika menyaksikan sesuatu yang berada di luar kuasanya.
5. Berbeda dengan Kisah Sekolah Minggu yang Kita Tahu
Kisah perapian mungkin identik dengan cerita Sekolah Minggu, tetapi versi layar lebarnya dibuat jauh lebih intens.
Film ini mendapat rating PG-13 di Amerika Serikat karena unsur kekerasan dan gambar berdarah. Bahkan ada salah satu adegan keras ketika Nebukadnezar menuangkan lilin panas ke wajah seseorang perlu disoroti.
Di Indonesia sendiri, film ini mendapatkan rating remaja.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!