“Sesudah itu datanglah malaikat TUHAN untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: 'Bangunlah, makanlah! Sebab perjalanan ini terlalu jauh bagimu.' Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.” — 1 Raja-raja 19:7-8
Saudaraku, pernahkah Anda merasa seharusnya bahagia setelah melewati sebuah keberhasilan, tetapi yang muncul justru rasa lelah, kosong, bahkan ingin menyerah? Elia pernah berada di titik itu.
Pada Ayat 1 Raja-raja 19:3 dikatakan, tidak lama setelah kemenangan besar di Gunung Karmel, ancaman Izebel membuat Elia melarikan diri. Ia duduk di bawah pohon arar dan berkata kepada Tuhan bahwa ia sudah tidak sanggup lagi.
Namun Tuhan tidak datang dengan teguran. Ia membiarkan Elia tidur, lalu mengutus malaikat untuk menyediakan makanan dan air. Bahkan di Ayat 1 Raja-raja 19:7, setelah Elia makan dan tidur kembali, Tuhan datang untuk kedua kalinya dan berkata, “Bangunlah, makanlah! Sebab perjalanan ini terlalu jauh bagimu.”
Saudaraku, Tuhan memahami bahwa tubuh dan jiwa kita memiliki batas. Kadang ketika hidup terasa berat, kita justru memaksa diri untuk tetap kuat, bekerja lebih keras, atau segera bangkit seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal ada saatnya kita perlu beristirahat dan membiarkan Tuhan memulihkan kita.
Mungkin hari-hari ini Anda tetap bekerja, melayani, dan tersenyum kepada orang lain, tetapi dalam hati berkata, “Tuhan, aku lelah.” Jika demikian, jangan merasa bersalah karena membutuhkan waktu untuk pulih. Istirahatlah, tenangkan pikiran, dan datanglah kepada Tuhan dengan jujur.
Setelah dipulihkan, Elia bangkit dan kembali berjalan. Tuhan tidak meminta Elia menyelesaikan seluruh perjalanan sekaligus. Ia hanya perlu bangun, makan, lalu melangkah.
Begitu juga dengan kita. Anda tidak harus menyelesaikan semua masalah hari ini. Ambillah satu langkah yang Tuhan berikan. Besok, melangkahlah kembali.
Kekuatan kita mungkin terbatas, tetapi pemeliharaan Tuhan tidak. Jika hari ini Anda sedang lelah, izinkan Tuhan memulihkan Anda. Dan ketika kekuatan itu kembali, bangkitlah dan melangkahlah lagi bersama-Nya.
Doa:
Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau memahami keterbatasanku. Engkau tahu saat tubuhku lelah, pikiranku penuh, dan hatiku kehilangan kekuatan. Ajarku untuk tidak memaksakan diri, tetapi berani berhenti dan menerima pemulihan dari-Mu. Pulihkan fisik, emosi, dan rohku. Ketika aku sudah siap, berikan keberanian untuk bangkit dan melangkah kembali, satu langkah demi satu langkah, dengan kekuatan yang berasal dari-Mu. Amin.
Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Demi kenyamanan Anda selama mengakses Jawaban.com, kami menggunakan cookie untuk memastikan situs web kami berfungsi dengan lancar serta memberikan konten dan fitur yang relevan untuk Anda, dan meningkatkan pengalaman Anda di situs web kami. Data Anda tidak akan pernah diperjualbelikan atau digunakan untuk keperluan pemasaran. Anda dapat memilih untuk Setuju atau Batalkan terhadap penggunaan cookie dalam situs web ini. Learn more
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!