Tidak Ada yang Sia-sia

Renungan Harian / 13 August 2026

Tidak Ada yang Sia-sia
Lori Official Writer
      108

1 Korintus 15:58

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

 

Di abad ke-19, George Muller memulai sebuah panti asuhan sederhana di Bristol, Inggris, tanpa dana tetap dan tanpa pernah meminta sumbangan secara terbuka kepada siapa pun. Ia hanya berdoa. Ada hari-hari ketika persediaan makanan untuk ratusan anak asuh benar-benar habis, dan ia tetap memimpin doa syukur di meja makan sebelum bantuan tak terduga tiba tepat pada waktunya. Selama puluhan tahun, ia terus bekerja dan berdoa tanpa henti, meski hasilnya sering kali tidak terlihat sampai saat-saat terakhir. Sepanjang hidupnya, ribuan anak yatim piatu terpelihara, dan kesaksian imannya menjadi teladan bagi banyak orang tentang apa artinya bertekun dalam pekerjaan Tuhan tanpa menyerah.

Apa yang dihadapi George Muller sangat berbanding terbalik dengan yang dialami jemaat di Korintus yang saat itu sedang menghadapi krisis rohani. Mereka mulai ragu dengan kebangkitan Kristus. Sementara George Muller hidup dengan kacamata 1 Korintus 15 - melihat melampaui kekurangan materi karena ia fokus kepada Kristus yang sudah bangkit. 

Keraguan inilah yang mencoba diluruskan Paulus melalui suratnya. Melalui 1 Korintus 15, Paulus menjelaskan satu kebenaran fundamental bahwa "Kristus telah bangkit dan karena Dia bangkit kita pun akan dibangkitkan" (1 Korintus 15: 20-22).

Dia bahkan menantang mereka untuk "berdiri teguh, jangan goyah dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan." Kata “giatlah selalu”, dalam Bahasa Yunani disebutkan "perisseuontes", bukan sekadar “bekerja keras” melainkan meluap-luap, berkelimpahan, dan terus menyala.  

Paulus menegaskan bahwa jerih payah dalam Tuhan tidak pernah sia-sia — bahkan ketika secara manusiawi tampak tidak ada jalan keluar, seperti hari-hari ketika Muller belum tahu dari mana makanan berikutnya akan datang.

Hari ini banyak orang percaya meninggalkan panggilan karena tergiur kenyamanan. Ada yang meninggalkan pekerjaan yang terasa sulit atau pelayanan yang penuh keterbatasan demi menikmati kenyamanan. Tawaran gaji yang lebih tinggi maupun bisnis yang tampak menjanjikan menarik kita keluar dari perjalanan iman bersama Tuhan.

Tetapi kita bisa merenungkan satu pengakuan yang sangat jujur dan terbuka dari Paulus saat dia memutuskan meninggalkan semuanya dan mengikut Tuhan. Katanya, "Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati"." (1 Korintus 15: 31-32)

Saudara, Paulus mengingatkan bahwa karya kematian dan kebangkitan Kristus harusnya menjadi motivasi mendasar bagi iman kita terus gigih dan berkobar-kobar mengerjakan pekerjaan kekal selama kita masih bisa melakukannya. 

Kebangkitan Kristus menjamin bahwa tidak ada satupun pekerjaan yang kita lakukan berujung sia-sia.

 

Doa:

"Tuhan, ampuni aku jika aku memilih ragu dan meninggalkan Engkau demi mengejar kenyamanan. Seperti Goerge Muller, ajari aku untuk tetap teguh dan giat selalu di dalam iman dan hidupku menghasilkan buah yang berkenan bagi kemuliaan-Mu. Amin."

 

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?