Teguran, Sebuah Tanda Kasih

Renungan Harian / 22 January 2011

Teguran, Sebuah Tanda Kasih
Puji Astuti Official Writer
      5610

Wahyu 3:19

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 22; Matius 22; Kejadian 43-44

Sebagai anak-anak satu atau dua kali kita pasti pernah mengabaikan peringatan atau nasihat orang tua kita. Kini setelah dewasa, dan kita telah menjadi orangtua juga, tentu Anda akan merasakan sedihnya ketika anak Anda mengabaikan nasihat atau peringatan Anda.

Jika orangtua jasmani saja sedih jika anak-anaknya tidak taat, terlebih lagi Tuhan. Anda bisa melihat bagaimana reaksi Tuhan, Bapa Sorgawi kita ketika menghadapi ketidaktaatan dari kisah-kisah bangsa Israel. Bangsa Israel dikatakan tegar tengkuk dan sering memberontak kepada Tuhan. Dalam kitab Mazmur dituliskan bahwa pemberontakan tersebut menyakiti hati Tuhan, Ia gemas terhadap ulah Israel dan seringkali jika tidak ada pertobatan, Tuhan bertindak keras dengan menghukum mereka. Namun dalam kesabaran-Nya, Tuhan berkali-kali juga memberikan peringatan dan juga kesempatan untuk bertobat bagi mereka untuk kembali kepada-Nya.

Hari ini Anda mungkin tidak mendengar secara langsung peringatan dan nasihat Tuhan kepada Anda. Namun Dia berbicara melalui Roh Kudus yang ada di dalam hati Anda; Dia juga menasihati Anda melalui firman-Nya; Kadang juga, Tuhan berbicara melalui orang-orang disekitar kita, seperti: orangtua, pasangan hidup, teman, sahabat bahkan seseorang yang tidak kita kenal.

Hari ini, lembutkan hati Anda ketika Tuhan berbicara kepada Anda. Taatilah Dia, dan jangan keraskan hati Anda. Jika Anda dinasihati, ditegur ataupun diperingatkan, itu karena Tuhan mengasihi Anda. (Jawaban/VM)

Jika Tuhan masih menegor dan memperingatkan Anda, itu karena Dia mengasihi Anda. Lembutkanlah hati Anda, dan bertobatlah.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?