Roma 5:3-4
"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan."
Pernahkah Anda merasa seperti sedang berenang melawan arus di tempat kerja, sementara orang-orang di sekitar tampak melenggang mulus dengan segala pencapaian mereka? Tugas Anda terasa lebih berat, jalurnya lebih sulit, dan rasanya tidak adil. Di titik seperti ini, godaan terbesar biasanya cuma dua: menyerah, atau memaksakan diri membuktikan bahwa kita mampu, dengan kekuatan sendiri.
Tapi coba dengar apa kata Paulus dalam Roma 5:3-4, "Kita malah bermegah juga dalam kesusahan kita, karena kita tahu, bahwa kesusahan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan." Paulus bukan sedang menyuruh kita pasrah dan menerima nasib begitu saja. Ia sedang membukakan sesuatu yang jauh lebih dalam — bahwa pekerjaan yang sulit itu bukan masalah yang menyusahkan hidup. Ada tangan Tuhan yang sedang bekerja di baliknya, membentuk sesuatu dalam diri kita yang tidak bisa terbentuk lewat jalan yang mudah.
Saat lingkungan kerja menguji batas kesabaran, saat kita tetap harus gigih menyelesaikan bagian kita, sebenarnya Tuhan sedang membentuk karakter kita dari dalam. Kita sering menilai sebuah pekerjaan dari hasilnya, atau dari seberapa lancar semuanya berjalan. Tapi Tuhan justru melihat prosesnya. Ia memakai tekanan itu untuk perlahan mengikis kebiasaan kita mengandalkan diri sendiri, dan menggantinya dengan ketergantungan penuh kepada-Nya. Sebab justru saat kekuatan kita habis, di situlah kekuatan-Nya menjadi nyata (2 Korintus 12:9).
Jadi kalau hari ini kita merasa lelah menghadapi pekerjaan yang rumit dan sulit, ingatlah bahwa itu bukan cuma sekadar tugas kantor yang harus selesai, tapi itu bisa menjadi proses untuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Action Praktis:
1. Ubah cara pandang kita - alih-alih mengeluh soal beratnya pekerjaan, coba katakan dalam hati, "Tuhan sedang membentuk ketahananku lewat situasi ini."
2. Serahkan kendali kepada Tuhan - mulai hari dengan doa sederhana, mengakui bahwa kita tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri, lalu minta hikmat-Nya untuk menghadapi apa pun yang ada di depan Anda hari ini.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!