Ada Tuhan di Balik Krisismu

Renungan Harian / 16 June 2026

Ada Tuhan di Balik Krisismu
Lori Official Writer
      407

2 Raja-raja 4: 2

Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."

 

Belakangan ini rasa cemas kita terasa semakin meningkat mendengar harga bahan pokok terus melambung, harga minyak dunia yang mempengaruhi harga bahan bakar kendaraan, bisnis yang terasa lesu, dan berita tentang krisis global yang membuat kita menghela nafas panjang. Setiap ibu rumah tangga atau kepala keluarga mulai merasakan sulitnya keuangan saat ini.  

Jujur saja, sayapun merasakan dilema ketika penghasilan sudah tidak lagi mampu menutupi banyak kebutuhan - kita pasti sama-sama merasa cemas dan kepikiran sampai di tengah malam. 

Tetapi di tengah krisis yang kita alami bersama ini, saya diingatkan satu hal penting bahwa "Tuhan tidak pernah tinggal diam." Seringnya Tuhan memakai masa sulit sebagai cara untuk memproses kita. 

Ingat kisah janda di 2 Raja-raja 4:1-7 - dia nyaris kehilangan segalanya karena hutang. Saat dia datang kepada Elisa dengan keputusasaan, Elisa justru bertanya, "Apa yang ada di rumahmu?" Ia hanya punya sedikit minyak. Namun, ketika ia taat meminjam bejana dan mulai menuangkan minyak itu, mukjizat terjadi! Minyak itu mengalir terus sampai tidak ada lagi bejana kosong.

Tuhan bukan pesulap yang membuat sesuatu dengan udara kosong, tetapi Dia adalah "Pembuat Mukjizat" yang melipatgandakan apa yang ada di tangan kita. 

Mungkin saat ini keuangan Anda terasa kurang dan terbatas, atau mungkin Anda sedang menanggung krisis karena menjadi pengelola yang kurang bijak di masa lalu. Apapun situasinya saat ini, mari membawanya kepada Tuhan! Dia adalah Tuhan yang mampu mengendalikan segala sesuatunya. Sekalipun begitu terbatas, mari belajar untuk disiplin mengelola apa yang ada, berhenti meminjam secara tidak bijak, dan tetap murah hati. 

Dengan cara ini, kita sebenarnya sedang menyerahkan "bejana" hidup kita untuk diisi Tuhan.

Surga tidak mengenal istilah "resesi". Fokus Tuhan adalah membentuk karakter kita agar mampu mengelola berkat-Nya. Jika kita setia pada perkara kecil, Tuhan akan membuka pintu-pintu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

 

Momen Refleksi:

1. Coba ingat kembali saat-saat sulit yang pernah Anda lalui di masa lalu. Bukankah Tuhan selalu punya cara untuk menyediakan kebutuhan Anda? 

2. Bagaimana Anda melihat campur tangan Tuhan dalam keuangan Anda selama masa-masa sulit yang pernah Anda alami sebelumnya?

3. Apa "bejana" yang ada di tangan Anda sekarang yang ingin Anda serahkan kepada Tuhan? 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?