Memandang dengan Mata Iman, Bukan Mata Uang

Renungan Harian / 20 June 2026

Memandang dengan Mata Iman, Bukan Mata Uang
Claudia Jessica Official Writer
      99

Filipi 4:6-7

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

 

Saat kondisi keuangan sedang tidak baik, yang paling mudah terlihat adalah angka. Saldo rekening, tagihan, kebutuhan bulanan, biaya sekolah, cicilan, atau harga-harga yang semakin naik. Semua itu tampak nyata di depan mata, dan sering kali membuat hati kita ikut naik turun.

Namun firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup orang percaya tidak hanya diukur dari apa yang kelihatan. Dalam 2 Korintus 4:18, Paulus berkata, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

Artinya, keadaan finansial kita hari ini bukanlah penentu akhir hidup kita. Kekurangan yang sedang kita hadapi berarti Tuhan meninggalkan kita.

Ada orang yang hidup hanya untuk bertahan dari hari ke hari. Bangun pagi, bekerja, membayar kebutuhan, lalu mengulang semuanya lagi tanpa pengharapan yang jelas.

Ketika mata kita hanya tertuju pada apa yang terlihat, hidup jadi terasa berat dan tidak memiliki arti. Tapi ketika mata iman mulai diarahkan kepada Kristus, kita belajar melihat bahwa Tuhan tetap bekerja bahkan saat keadaan belum berubah.

Mata uang melihat kekurangan. Mata iman melihat pemeliharaan Tuhan.

Mata uang menghitung apa yang tidak cukup. Mata iman mengingat bahwa Bapa di surga tahu apa yang kita perlukan.

Mata uang berkata, “Bagaimana nanti?” Mata iman berkata, “Tuhan menyertai hari ini.”

Ini bukan berarti kita mengabaikan tanggung jawab keuangan. Kita tetap perlu bekerja, mengatur pengeluaran, membayar kewajiban, dan hidup bijaksana. Tetapi di atas semua itu, hati kita tidak boleh diperbudak oleh rasa takut.

Sebab damai sejahtera kita tidak berasal dari jumlah uang yang kita pegang, melainkan dari Pribadi yang memegang hidup kita. (Yohanes 14:27)

Kesulitan finansial bisa berubah. Pemasukan bisa bertambah atau berkurang, harga bisa naik, rencana bisa tertunda, tetapi kasih Tuhan tidak berubah. Jangan hanya menatap angka. Tataplah Yesus.

 

Momen Refleksi

Apakah akhir-akhir ini kamu lebih banyak mempercayai apa yang terlihat daripada janji Tuhan yang tidak terlihat?

Action Hari Ini

Tuliskan satu ketakutan finansialmu, lalu doakan dan serahkan kepada Tuhan. Setelah itu, tuliskan satu bukti pemeliharaan Tuhan yang pernah kamu alami.

Doa
Bapa, ajar aku melihat hidup dengan mata iman. Saat keadaan finansial membuatku takut, ingatkan aku bahwa Engkau tetap berdaulat, baik, dan setia. Tolong aku percaya kepada-Mu lebih daripada kepada apa yang terlihat. Dalam nama Yesus. Amin.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?