Relasi yang Sehat dan Hati yang Pulih

Renungan Harian / 22 June 2026

Relasi yang Sehat dan Hati yang Pulih
Lori Official Writer
      220

Imamat 19: 17 

"Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia."

 

Tahukah saudara, kebencian menjadi sangat berbahaya saat kita diam-diam menyimpannya di dalam hati.

Dalam Imamat 19:17, Tuhan berfirman kepada Musa untuk bangsa Israel tentang bagaimana membangun relasi yang sehat dengan sesama sebangsa mereka. Dari ayat pertama, kita bisa membaca bahwa Tuhan tidak hanya menyampaikan relasi antara Dia dan umat-Nya - tetapi lebih dalam lagi yaitu relasi antara sesama mereka - baik keluarga, tetangga, orang lain, maupun sebangsa mereka. Ini berbicara tentang sikap hati.

Perintah-Nya jelas: "jangan membenci, tetapi tegorlah dengan berterus terang." Ini senada dengan apa yang Yesus ajarkan dalam Matius 18:15, "Tegurlah sesamamu di bawah empat mata." Menegur bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk memulihkan — itulah tindakan kasih yang sesungguhnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin saja berhadapan dengan orang-orang yang melukai hati kita. Lalu kita memilih untuk diam dan membiarkannya tumbuh menjadi rasa dendam. Di luar kita bisa terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya kita sedang berdosa di dalam hati.

Padahal Tuhan tidak memanggil kita untuk sekadar menahan amarah atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Ia memanggil kita kepada kemurnian hati yang sejati — hati yang cukup berani untuk berbicara dengan kasih, dan cukup rendah hati untuk tidak menyimpan kepahitan. Kemurnian hati bukan berarti kita tidak pernah terluka. Kemurnian hati adalah ketika kita menolak membiarkan luka itu berubah menjadi kebencian yang diam-diam tumbuh.

Tentu saja akan ada orang-orang yang akan melukai kita. Tetapi Tuhan mau kita punya sikap hati yang benar yaitu mendatangi mereka dan menyampaikannya dengan penuh kasih, bukan dengan penghakiman. Berbicaralah empat mata dan dengan penuh kasih - inilah satu-satunya cara untuk kita memulihkan keadaan, terlebih memulihkan hati kita sendiri. 

Inilah yang Tuhan kehendaki - bahwa kita perlu menunjukkan bagaimana sisi luar kita sebagai orang-orang percaya yang tampak benar, manis dan baik-baik saja, selaras dengan sisi bagian terdalam hati kita - yaitu hati yang murni dan kasih tulus.

 

Momen Refleksi:

Sebelum kita berdoa meminta Tuhan untuk memberkati hidup kita hari ini, mari mengoreksi hati kita lebih dulu dengan mengingat "Adakah seseorang yang selama ini menjadi alasan untuk kita menyimpan kebencian di dalam hati kita?" Pagi ini, mari cabut akar kebencian tersebut dengan tindakan kasih - putuskan apakah Anda bersedia untuk menghubungi orang itu dan membereskan hati Anda?     

Minta keberanian dari Tuhan untuk bisa melakukannya - supaya Tuhan berkenan menyatakan kasih-Nya atas hidup Anda.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?