Stop Pura-pura Kuat! Minta Bantuan Itu Baik
Kalangan Sendiri

Stop Pura-pura Kuat! Minta Bantuan Itu Baik

Lori Official Writer
      151

Galatia 6:2

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

 

Jujur saja, meminta bantuan itu tidak mudah. Lebih gampang berkata “Aku baik-baik saja", lalu memendam semuanya sendirian. Padahal di dalam, kita sedang berjuang sendirian. Kita takut dianggap lemah, takut merepotkan orang lain, bahkan merasa masalah kita terlalu sepele untuk dibawa kepada Tuhan. 

Namun tahukah Anda, sikap ini justru membuat kita menjauh dari rancangan Tuhan. Kita tidak pernah dirancang untuk selalu kuat sendirian. Saudara, stop berpura-pura kuat! Firman Tuhan menegaskan di dalam Galatia 6: 2 bahwa kita hidup supaya kita saling "Bertolong-tolongan di dalam menanggung beban." Itulah yang akan membuat hidup kita bermakna.

Kita bisa melihat lebih dalam tiga alasan kenapa orang percaya tidak harus selalu berpura-pura kuat sendirian.

Pertama, Tuhan merancang kita untuk saling membutuhkan.

Dalam Kejadian 2:18, Tuhan berkata, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.” Bahkan sebelum dosa masuk ke dunia, Tuhan sudah menetapkan bahwa manusia membutuhkan penolong. Artinya, kebutuhan akan pertolongan bukan tanda kegagalan rohani, melainkan desain ilahi. Mengakui bahwa kita butuh orang lain bukan berarti kita lemah, tetapi kita sedang hidup sesuai rancangan Tuhan.

Kedua, meminta bantuan memberi kesempatan orang lain untuk menghidupi panggilannya.

Di dalam Galatia 6:2, setiap orang diberi mandat untuk saling menolong. Jadi saat kita mau terbuka dan berkata “Aku sedang tidak baik-baik saja”, kita sedang memberi ruang bagi saudara seiman untuk menghidupi kasih Kristus. Inilah fungsi tubuh Kristus yaitu untuk saling melengkapi. Saat kita lemah di satu sisi, orang lain mungkin dikuatkan Tuhan di area itu. Jadi, membuka diri bukan membebani—melainkan mengaktifkan kasih dalam komunitas.

Ketiga, mengakui kelemahan membawa kita pada kasih karunia Tuhan.

Di dalam kelemahan kuasa Tuhan itu hadir. Inilah yang ditekankan dalam 2 Korintus 12:9. Selama kita terus berpura-pura kuat, kita sulit mengalami kecukupan kasih karunia-Nya. Mengakui bahwa kita tidak sanggup adalah langkah pertama untuk mengalami pertolongan Tuhan yang nyata. Injil sendiri berbicara tentang manusia yang tidak mampu menyelamatkan diri, tetapi ditolong oleh anugerah Allah.

Mari jangan enggan untuk meminta bantuan bahkan ketika hidup sedang memposisikan Anda di kondisi yang sangat krusial. Saat kita merasa bisa atau bahkan enggan untuk meminta bantuan dari orang lain, sebenarnya kita sedang menutup ruang untuk orang lain menjadi perpanjangan Tangan kasih Tuhan. Ambil waktu untuk berkata kepada diri Anda sendiri saat ini: "Jangan pura-pura kuat, kamu butuh bantuan orang lain!"

 

Refleksi Pribadi:

1. Apakah selama ini saya memilih menyembunyikan masalah saya daripada meminta bantuan untuk meringankan beban sendiri?

2. Siapa orang yang Tuhan tempatkan dalam hidup saya yang bersedia hadir menjadi tempat berbagi dan memberikan dukungan?

Mari mulailah memberikan ruang bagi orang lain untuk kasih karunia Tuhan bisa mengalir atas hidup Anda!

 

Tuhan Yesus memberkati!

Ikuti Kami