Kisah Para Rasul 9:36
“Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita – dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”
Tidak semua orang dipanggil untuk berdiri di panggung besar. Tidak semua orang dikenal karena jabatan, kekayaan, atau pengaruh yang luas. Tetapi setiap orang punya sesuatu yang bisa dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Tabita, atau Dorkas, adalah salah satu contohnya. Alkitab tidak mencatat bahwa ia punya posisi penting dalam masyarakat. Ia juga tidak digambarkan sebagai orang yang sangat kaya. Tetapi satu hal yang sangat jelas dalam hidupnya, Tabita banyak berbuat baik dan memberi sedekah.
Yang menarik, kebaikan Tabita terlihat lewat keterampilan yang sederhana. Ia menjahit pakaian. Mungkin bagi sebagian orang, itu tampak biasa saja. Namun di tangan orang yang penuh kasih, keterampilan sederhana bisa berubah menjadi pelayanan yang menyentuh hidup banyak orang.
Ketika Tabita meninggal, para janda datang sambil menangis dan menunjukkan pakaian-pakaian yang pernah ia buat. Tangisan mereka bukan sekadar karena kehilangan seseorang yang baik hati. Mereka sedang menunjukkan bukti bahwa hidup Tabita benar-benar berarti bagi mereka. Setiap jahitan, setiap kain, setiap pakaian yang ia buat adalah tanda kasih yang pernah mereka terima.
Dari kisah Tabita, kita belajar bahwa pelayanan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang Tuhan memakai apa yang sudah ada di tangan kita, misalnya seperti kemampuan memasak, menulis, mendengar, mengajar, memperbaiki sesuatu, membuat desain, mengatur acara, atau sekadar hadir membantu orang lain.
Masalahnya, kita sering meremehkan keterampilan sendiri. Kita berpikir, “Ah, ini biasa saja,” atau “Orang lain lebih hebat dari aku.”
Padahal di mata Tuhan, keterampilan yang dipakai dengan kasih tidak pernah kecil. Yang sederhana bisa menjadi sangat berarti ketika diberikan kepada orang yang sedang membutuhkan.
Hari ini, mungkin Tuhan tidak meminta kita melakukan hal yang luar biasa. Bisa jadi Ia hanya meminta kita memakai apa yang sudah kita punya untuk menolong seseorang. Karena berkat tidak selalu datang dari tangan yang penuh, tetapi dari hati yang rela berbagi.
Momen refleksi:
Keterampilan sederhana apa yang Tuhan sudah titipkan kepadaku, dan siapa yang bisa diberkati melaluinya?
Action hari ini:
Pilih satu kemampuan yang kamu punya, lalu pakai untuk menolong satu orang hari ini. Mulailah dari hal kecil, karena karya yang dilakukan dengan kasih bisa meninggalkan dampak yang besar.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!