Kenapa Banyak Orang Turun Demo 27 Agustus? Alkitab Banyak Bicara Tentang Ketidakadilan

Kata Alkitab / 26 August 2026

Kenapa Banyak Orang Turun Demo 27 Agustus? Alkitab Banyak Bicara Tentang Ketidakadilan
Sumber: ANTARA/Adimas Raditya
Claudia Jessica Official Writer
1845

Demo 27 Agustus yang direncanakan berlangsung di depan Gedung DPR RI menjadi perhatian publik. Sejumlah kelompok masyarakat telah bersiap menyampaikan aspirasi, termasuk Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB.

Bahkan sehari sebelumnya, massa sudah terlihat menyiapkan spanduk dan berbagai atribut di sekitar kompleks parlemen.

Di tengah ramainya pembicaraan tentang aksi ini, ada satu pertanyaan yang menarik, apa yang membuat orang sampai merasa perlu turun ke jalan agar suaranya didengar?

Apa yang Sebenarnya Mereka Tuntut?

Dalam demo 27 Agustus, AMPB menegaskan bahwa salah satu fokus utama mereka adalah isu pemberantasan korupsi. Dua tuntutan yang disampaikan antara lain mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset serta hukuman berat bagi pelaku korupsi.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, juga menyatakan bahwa massa tidak berniat membuat kerusuhan dan ingin aksi berlangsung damai.

Sejumlah atribut yang terlihat di lokasi menunjukkan bahwa aksi ini juga mendapat dukungan dari kelompok lain. Selain bendera AMPB, terdapat atribut Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu serta tulisan “No Viral No Justice”.

 

BACA JUGA: Belum Genap Sebulan, 4 Bencana Besar Ini Menerjang Indonesia Sepanjang Agustus 2026

 

Sejumlah pengemudi ojek daring juga terlihat memberikan dukungan dan membantu logistik massa.

Namun, belum semua kelompok memastikan keterlibatan mereka dalam aksi demo 27 Agustus. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) misalnya, masih belum memutuskan apakah akan ikut dalam demonstrasi yang salah satunya membawa tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Sikap ini menunjukkan bahwa meski isu yang dibawa mendapat perhatian luas, setiap kelompok tetap memiliki pertimbangan masing-masing sebelum menentukan bentuk keterlibatannya.

Alkitab Juga Banyak Bicara Soal Ketidakadilan

Bagi orang Kristen, demo 27 Agustus bisa menjadi pintu masuk untuk melihat satu isu yang lebih besar, yaitu bagaimana iman memandang ketidakadilan, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam Amsal 31:8-9, nasihat kepada Raja Lemuel menekankan tanggung jawab seorang pemimpin untuk menggunakan suaranya membela mereka yang tidak mampu memperjuangkan haknya sendiri.

Jadi, perintah untuk “membuka mulut” bukan sekadar soal berbicara, tetapi soal memakai posisi dan pengaruh untuk melindungi mereka yang rentan.

 

BACA JUGA: Doa Lintas Agama Digelar di 4 Kota untuk Indonesia! Ini Alasan Kenapa Perlu Berdoa

 

Konteks yang lebih tajam terlihat dalam Yesaya 1:17. Saat itu, bangsa Yehuda masih rajin beribadah, mempersembahkan korban, dan menjalankan ritual keagamaan. Namun di sisi lain, ketidakadilan sosial tetap dibiarkan.

Kemudian Tuhan menegur ibadah yang terlihat saleh tetapi tidak disertai kepedulian terhadap mereka yang tertindas, anak yatim, dan janda. Pesannya sangat kuat bahwa kesalehan tidak bisa dipisahkan dengan cara seseorang memperlakukan sesamanya.

Hal yang sama muncul dalam Mikha 6:8. Nabi Mikha hidup pada masa ketika penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan sosial, dan ketidakadilan dilakukan oleh para pemimpin dan orang-orang berpengaruh.

Di tengah situasi itu, Tuhan menegaskan bahwa yang Ia kehendaki bukan sekadar ritual keagamaan yang besar, tetapi hidup yang sesungguhnya, yaitu berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan berjalan dengan rendah hati di hadapan-Nya.

Ketiga bagian ini menunjukkan bahwa Alkitab berkali-kali menempatkan keadilan, integritas, dan pembelaan terhadap mereka yang lemah sebagai bagian dari kehidupan umat Tuhan.

Membela Kebenaran Tidak Berarti Harus Membenci

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA →

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?