Memandang Tuhan Dengan Takjub

Renungan Harian / 4 August 2026

Memandang Tuhan Dengan Takjub
Lori Official Writer
      96

Markus 9: 15

"Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia."

 

Coba ingat-ingat kapan terakhir kali Anda benar-benar berhenti sejenak dan berkata dalam hati, "Tuhan Yesus baik dalam hidupku." Apakah Anda masih merasakan takjub dengan apa yang Tuhan lakukan dalam hidup Anda? Atau Anda malah sudah lama tidak lagi mengalaminya?

Di ayat renungan hari ini, kita bisa membaca sesuatu yang menarik di sana. Orang-orang yang melihat Yesus itu bukan sekadar kagum karena melihat seseorang yang terkenal. Konteks pasal ini sangat penting, tepat sebelum ayat ini, Yesus baru saja turun dari gunung setelah peristiwa transfigurasi, di mana kemuliaan ilahi-Nya sempat tersingkap di hadapan tiga murid-Nya. Ada sesuatu yang berbeda memancar dari diri-Nya. Dan ketika orang banyak itu melihat-Nya, Markus mencatat bahwa mereka tercengang. 

"Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia." (Markus 9: 15)

Kata Yunani yang dipakai untuk mengungkapkan situasi ini adalah "ekthambeo" - yang berarti diliputi kekaguman yang mendalam hingga hampir tidak bisa bergerak. Namun sedetik kemudian mereka berlari menyambut-Nya.

Kenapa mereka meresponi kedatangan Yesus seperti itu? Karena mereka datang dengan sebuah kebutuhan yang mendesak — ada seorang ayah yang anaknya kerasukan dan tidak bisa disembuhkan oleh murid-murid Yesus. Mereka sudah kehabisan akal, sudah kehabisan harapan. Dan ketika Yesus muncul di hadapan mereka dalam kondisi seperti itu, ketakjuban itu bukan sekadar reaksi emosional — itu adalah respons dari hati yang sudah lama menunggu dan akhirnya melihat bahwa pertolongan sudah datang.

Di sinilah kita perlu jujur dengan diri sendiri. Seringkali kita kehilangan rasa takjub bukan karena Tuhan tidak berkarya, tetapi karena kita sudah terlalu terbiasa. Rutinitas doa, rutinitas menyanyikan lagu-lagu rohani, rutinitas beribadah kita yang sudah berjalan otomatis membuat hati kita tidak lagi peka. Ditambah dengan kesibukan harian yang menguras tenaga dan Waktu, rasa lelah maupun kondisi hidup yang sulit dan menekan, semuanya perlahan-lahan mengikis rasa syukur dan ketakjuban kita. Akibatnya kita tidak lagi benar-benar merasakan kehadiran Tuhan.

Mazmur 34:8 berkata, "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu." 

Kata "kecaplah" adalah kata kerja aktif. Artinya kita memilih untuk mengecap dan melihat supaya kita bisa mengaktifkan rasa peka terhadap setiap hal yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Inilah yang perlu kita jaga dan pelihara setiap hari. Seperti yang Yesus katakan dalam Matius 11:25, Bapa menyatakan kebenaran-Nya kepada mereka yang datang dengan hati seperti anak kecil yang "terbuka, rendah hati, dan penuh ekspektasi" bahwa Tuhan tidak pernah berhenti berkarya.

Dia adalah Tuhan yang selalu membuat kita kagum, dan yang perlu kita selidiki adalah hati dan cara kita memandang kepada-Nya. 

 

Refleksi Pribadi:

Hari ini, luangkan waktu sejenak untuk duduk diam di hadapan Tuhan dan tanyakan kepada diri Anda sendiri: adakah kekecewaan atau kelelahan yang selama ini tanpa sadar menutup mata saya terhadap karya Tuhan?

Sampaikan itu kepada-Nya dengan jujur. Lalu mintalah Ia untuk memperbarui cara Anda memandang — karena Ia sudah ada di sana sepanjang waktu, bekerja dengan cara yang mungkin selama ini Anda lewatkan begitu saja.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?