VIDEO: SUDAH KAYA WHAT NEXT? KITA PENGURUS DAN BUKAN PEMILIK DARI HARTA KITA
Sumber: Jawaban Channel

Berita CBN / 19 March 2024

Kalangan Sendiri

VIDEO: SUDAH KAYA WHAT NEXT? KITA PENGURUS DAN BUKAN PEMILIK DARI HARTA KITA

Puji Astuti Official Writer
355

Menjadi kaya menjadi impian bagi sebagian orang, mereka berlomba-lomba untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. BBC News mengutip pernyataan Wealth Report 2021 yang dirilis oleh Knight Frank yang berbasis di London, Inggris, bahwa di tahun 2025 nanti orang super kaya atau crazy rich di Indonesia akan naik 67%. 

Menurut Forbes pada tahun 2023 lalu, di Indonesia sendiri ada beberapa orang yang menjadi bagian dari 2640 orang super kaya yang berasal dari 77 negara di dunia. Namun dibalik keberhasilan banyak orang mengumpulkan kekayaan, ternyata tidak selalu menghasilkan kebahagiaan, hingga muncul pernyataan, “More is never enough!” Bahwa dengan bertambahnya harta mereka, namun mereka tidak pernah merasa cukup.  

Dikutip dari koran Los Angeles, ketika kekayaan sebuah rumah tangga mencapai 10 juta dolar, mereka malah menjadi kurang bahagia. Para pemilik kekayaan tersebut berkomentar bahwa kekayaan malah menimbulkan banyak masalah daripada kepuasan bagi mereka.  

Disisi lain, dengan naiknya kesejahteraan banyak orang, di Indonesia saat ini budaya konsumerisme juga meningkat. Ajakan untuk menaikan gaya hidup muncul dalam berbagai bentuk di sosial media, hingga akhirnya orang terjebak dalam tawaran easy money atau uang yang mudah diperoleh seperti hutang kartu kredit dan bahkan pinjaman online.  

Bahkan mereka yang tidak memiliki kekayaan juga terdorong untuk memakai hutang untuk mendapatkan kenyamanan dan pengakuan dari komunitasnya dengan menggunakan pinjol atau paylater untuk liburan, nonton konser atau belanja online. Akibatnya saat ini puluhan ribu orang usia produktif (19-34) tahun memiliki pinjaman dengan total sekitar 26 triliun. Akhirnya hutang menjadi budaya, dan banyak orang terjerat di dalamnya.  

Jadi bisa dikatakan bahwa baik mereka yang sudah kaya ataupun mereka yang tidak kaya, tidak bisa merasakan kebahagiaan sejati ketika hidupnya fokus pada mengejar kekayaan. Dalam Amsal 23:4-5 menasihati kita, “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.” 

Bagaimana jika Tuhan mempercayakan kepada kita kekayaan, apakah kita juga akan disiksa oleh karenanya? Bagaimana juga dengan mereka yang sedang berjuang untuk hidupnya sejahtera, apakah lebih baik melupakannya? Untuk menjawab pertanyaan ini, Cahaya Bagi Negeri mengundang Dr.Vincent M. Widjaja, seorang Financial Consultant dan Vice Presiden dari Full Gospel Businessmen Fellowship Indonesia. Mari saksikan dalam video berikut ini:  

TONTON JUGA EPISODE LAINNYA : 

VIDEO: FATHERLESS, MAU JADI APA ANAK KITA? INDONESIA PERINGKAT KE 3 DI DUNIA!!

VIDEO: MIDLIFE CRISIS TAK TERHINDARKAN! APA YANG HARUS KELUARGA KRISTEN LAKUKAN?

Sumber : Jawaban Channel
Halaman :
1

Ikuti Kami