Komunikasi Keluarga yang Baik Bantu Anak Tak Ikut-ikutan Trend Dunia

Relationship / 16 November 2022

Kalangan Sendiri

Komunikasi Keluarga yang Baik Bantu Anak Tak Ikut-ikutan Trend Dunia

Lori Official Writer
866

Perilaku manusia di dunia digital semakin liar. Belakangan ini beredar kabar bahwa kalangan anak muda yang melek digital mengalami perubahan perilaku. Seperti diketahui muncul trend baru dimana anak muda banyak yang memilih jasa pacar sewaan dan juga jasa sleep call melalui media sosial.

Trend ini hadir karena desakan kebutuhan untuk mendapatkan validasi dari lingkungan sosial dan juga sebagai cara untuk mengusir rasa kesepian yang mereka alami. Apalagi bagi anak-anak muda yang tinggal sendirian dan jauh dari keluarga. 

Namun tahukah Anda, bahwa kebutuhan untuk memenuhi pengakuan sosial dan juga munculnya rasa kesepian yang dialami anak-anak muda bisa saja muncul dari ketidakhadiran keluarga. Salah satunya adalah kurangnya jalinan komunikasi antara anak dengan anggota keluarganya. 

Karena bagaimanapun, keluarga seharusnya menjadi lingkaran terdekat anak. Dimana dia bisa mengakui persoalannya secara terbuka dan menjadi sumber kebahagiaan yang membuatnya tak pernah merasa hampa atau kesepian. 

 

Baca Juga: Pesan Penting Untuk Semua Orangtua

 

Idealnya, keluarga perlu membangun jalinan komunikasi satu sama lain setiap hari. Paling tidak saling berbagi kabar dan cerita.

Namun kenyataannya, ada banyak anak muda di rentang usia 20-30-an tahun memilih untuk menyelesaikan persoalannya dari apa yang sedang ditawarkan oleh dunia.

Jika tak ingin anak-anak Anda terjerat ke dalam arus trend dunia yang serba digital ini, orang tua dan setiap keluarga perlu memahami peranannya, sebagaimana dijabarkan di bawah ini:

1. Keluarga berperan membentuk karakter anak di masa depan

Orang tua dan saudara kandung adalah lingkaran hubungan pertama yang dimiliki anak. Baik buruknya jalinan hubungan yang dibangun antar anggota keluarga, akan menentukan karakter anak di masa depan. 

Hubungan yang kuat, akrab dan nyaman dalam keluarga akan membuat anak lebih terbuka dan tak perlu mencari validasi dari luar. Sementara hubungan yang tidak kuat, komunikasi yang sangat jarang dan ketidakhadiran anggota keluarga bagi anak akan membawa anak mencari orang lain untuk sekadar menjadi tempat sharing dan curhat. 

 

2. Keluarga adalah tempat berlindung bagi anak ketika menghadapi masa-masa sulit

Sebelum membahas hal ini, cobalah memeriksa apakah keluarga Anda sudah menjadi tempat berlindung anak di saat menghadapi masa-masa sulit?

Anak muda bisa berhadapan dengan segudang persoalan, mulai dari persoalan asmara, pekerjaan dan persoalan emosi. Kadang kala mereka bisa merasa sangat kesepian dan kadang kala mereka butuh menemukan orang yang bisa memahami apa yang mereka alami.

Sebagai orang tua dan saudara, apakah Anda selalu menyediakan waktu untuk memberi semangat, mendukung, menjadi tempat untuk berbagi dan sumber sukacita. Kesibukan atau ketidakpedulian bisa saja terjadi di dalam keluarga. Karena kita hanya fokus dengan pekerjaan dan hidup kita sendiri.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami