Saat Penikmat Daging Berada Di Restoran Vegetarian

Renungan Harian / 27 August 2016

Saat Penikmat Daging Berada Di Restoran Vegetarian
Mega Permata Official Writer
      5075

Roma 14:1, “Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya”.  

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu58[/kitab]; [kitab]Marku8[/kitab]; [kitab]iiRaj18-19[/kitab]

Saat berlibur, saya dan keluarga berkunjung ke Atlanta, Georgia menikmati pemandangannya. Anak perempuan saya yang vegetarian menyarankan untuk makan di restoran vegetarian yang terkenal yaitu di Café Sunflower.

Kala itu saya mengajaknya untuk makan di steakhouse tapi di sana menu vegetarian terbatas hanya ada salad, macaroni, dan keju. Jadi aku berkata ya untuknya.

Ketika kami tiba, saya melihat betapa menyenangkan dan semua terlihat seperti pada umumnya, pelayanannya yang ramah, dan penuh sesak mengingat waktu itu adalah batas waktu tutup. Seorang pelayan mengiring kami ke meja kosong, disitu saya sedikit tersadar karena banyak orang-orang kurus menyesaki restoran ini. Mungkin itu hanya imajinasi saya tapi benar karena saat saya berjalan, mereka menatapku. Saya tidak pernah merasa gemuk dalam hidup ini dan saya tahu apa yang mereka pikirkan, seperti “Apa yang dia lakukan di sini?”, “Apa dia tersesat?”, atau “Pasti bercanda”.

Yeah, mereka membuat saya menjadi terpojok. Saya seorang pemakan daging berada dalam restoran vegetarian. Tapi saya tetap menegakkan kepala saya dan berkata pada diri sendiri, “Ini untuk putri saya.”

Selain itu dalam Alkitab, Rasul Paulus memerintah kita agar tidak mengkritik keyakinan masing-masing orang. “Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja,” (Roma 14:2). Pemakan daging tidak harus membenci vegetarian begitu juga vegetarian kepada pemakan daging, mereka harus mencerminkan bahwa Allah telah menerima keduanya dengan baik.

Setelah saya menerima situasi dan mempertimbangkan dengan seksama mengenai ayat itu, saya memilih untuk menikmati makanan itu. dalam gereja keluarga Kristen, kita terkadang memiliki selera dan pendirian yang berbeda; tetapi itu seharusnya tidak menjadi pemisah diantara kita. Jika kita menghargai dan menerima satu sama lain, maka mudah untuk menemukan kesamaan. Kami berbagi satu sama lain daripada pendirian berbeda yang dapat memisahkan kita.

Seorang misionaris bijak pernah mengatakan kepada saya dalam sebuah misi, ketika Anda berada di penjara bersama dengan orang Katolik, Baptis, Pantekosta dan Kristen Ortodoks, Anda akan menyadari bahwa Anda berada dalam persaudaraan Kristus. Rasul Paulus menasihati kita, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Filipi 4:4-5).

Perhatikan, dunia orang yang tidak percaya berkali-kali membenarkan diri mereka sendiri dengan para umat Kristen dan tidak akur satu sama lain, oleh karena itu berlanjut pada orang yang tidak percaya. Seperti kita memperhatikan satu sama lain, dunia akan melihat kita berbeda dan lebih tertarik pada keyakinan kita. Apapun denominasi atau perpecahan kelompok kita, ingatlah bahwa Yesus meminta kita untuk mengasihi satu sama lain dan dengan demikian juga menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah murid-murid-Nya. 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?