Indonesia, Jangan Terjebak Nasionalisme Reaktif

Nasional / 31 August 2009

Indonesia, Jangan Terjebak Nasionalisme Reaktif
Tammy Official Writer
3346
Masyarakat Indonesia seyogyianya tidak terlalu reaktif menanggapi sejumlah hal menyangkut klaim Malaysia atas beberapa kebudayaan Indonesia. Indonesia adalah negara besar, tidak pantas bersaing dengan Malaysia. Janganlah negara besar ini terjebak pada nasionalisme reaktif.

"Malaysia itu negara kecil dan monarki, Indonesia negara besar dan demokratis. Kalau dikelola dengan betul, saingan kita Cina, India dan Brazil, bukan Malaysia. Jangan terjebak nasionalisme reaktif,'' kata aktivis demokrasi Fadjroel Rahman.

Hubungan Indonesia dengan Malaysia beberapa waktu belakangan kembali memanas. Hal itu diantaranya disebabkan atas klaim Malaysia terhadap produk kesenian dan budaya Indonesia, yaitu Tari Pendet yang berasal dari Bali, Indonesia dan klaim Malaysia terhadap perairan Ambalat yang dimiliki oleh Indonesia.

Tak hanya itu, siksaan dan perlakuan kasar yang kerap diterima oleh para TKI di Malaysia juga telah membuat hubungan dua negara serumpun itu menjadi tegang. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia, menurutnya, harus tetap memprioritaskan jalur diplomasi dan negosiasi. Karenanya, Fajroel mengaku, tidak sepakat jika masalah tersebut diselesaikan dengan jalan perang.

"Pemerintah harus membentuk Tim Khusus diplomasi yang dipimpin Presiden SBY, pelaksana hariannya Menlu, dibantu tim hukum (hak cipta dan internasional), seniman dan budayawan, dan soal TKI disiksa itu limpahkan ke pengadilan Malaysia tapi KBRI segera melindunginya secara fisik dan hukum,'' ungkapnya.

Ya, mudah-mudahan saja permasalahan dan sengketa antara bangsa kita dengan negeri serumpun kita yakni Malaysia dapat terselesaikan dengan baik. Betul sekali apa yang dikatakan oleh aktivis demokrasi Fadjroel Rachman, apabila kita tetap berkembang sesuai dengan track-nya, kita justru akan menemukan lawan yang seimbang dengan Indonesia yang sama-sama negara demokrasi berkembang dengan jumlah penduduk yang juga tak kalah besarnya yakni Cina, India, dan Brazil. Malaysia adalah negara jiran yang ingin mengusik kemajuan negara kita dengan terorisnya yang berkeliaran di tengah bangsa kita, klaim budaya yang sebenarnya adalah milik kita, dan bahkan persaingan pariwisata yang terjadi di antara dua negeri ini hendaknya dapat terselesaikan dengan baik. Maju terus Indonesia...!
Sumber : kompas.com/Tmy
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?