Tangan yang Membalut, Hidup yang Diubahkan

Renungan Harian / 8 July 2026

Tangan yang Membalut, Hidup yang Diubahkan
Lori Official Writer
      240

Lukas 10:33–34

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

 

Kita tahu bahwa dimanapun kita hidup, bencana alam akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kita. Saya masih ingat waktu bencana tsunami Aceh terjadi, mata dunia tertuju kepada Indonesia. 

Kita tahu besarnya kerugian dari sebuah bencana. Itu bukan hanya merenggut harta milik pribadi tetapi bisa jadi bahkan rasa aman kita. Dan saat kita menyaksikan orang lain menderita semacam ini apakah kita ikut merasakan kehilangan yang sama? Atau kita justru hanya jadi penonton dan menunggu siapa yang akan menolong orang-orang itu?

Lukas 10 mencatat satu momen saat Yesus bercerita tentang seorang yang terluka parah di pinggir jalan. Ada seorang imam yang lewat dan melihatnya, tetapi ia terus berjalan. Lalu ada seorang Lewi yang juga lewat, melihat orang itu, tetapi ia pun tetap pergi.

Tetapi ada satu orang lainnya yang melewati jalan itu, disebutkan di sama bahwa dia adalah orang Samaria. Dia berhenti. Walaupun saat itu orang Samaria sering dipandang rendah dan dijauhi. Dia berhenti bukan hanya menatap dan menggelengkan kepala menyaksikan pria malang itu. Tetapi dia lekas turun tangan, mengeluarkan sehelai kain yang ia bawa dan membalut lukanya. Tidak sampai di situ, dia segera menggotong pria itu untuk mendapat perawatan dan menanggung semua biaya pemulihannya.

Tuhan Yesus sedang mengingatkan kita bahwa kasih itu bertindak. Kita tidak cukup berkata "Aduh kasihan. Semoga Tuhan mendatangkan orang yang bisa membantumu." Lalu kita pergi. Tetapi Dia menekankan bahwa kasih itu berani "berhenti, turun tangan dan memberikan apa yang kita mampu berikan untuk menghadirkan harapan atas hidupnya."

Saudara, belakangan ini ada banyak sekali peristiwa atau bahkan bencana yang terjadi di sekitar kita. Entah itu ada orang yang ditabrak lari, ada orang yang kehilangan rumah, kehilangan pendapatan dan tidak bisa makan atau mungkin tertimpa musibah. Hidup mereka mungkin sedang sangat kacau - kehilangan harapan dan pegangan hidup. Saat kita diizinkan menyaksikan hal itu, artinya Tuhan sedang ingin memakai kita menjadi jawaban doa mereka.

Inilah fungsi kita sebagai orang percaya. Di masa ini, ada banyak orang yang memilih menjadi seperti tiga orang yang berjalan dan melewati pria malang itu. Kita bisa lihat itu di jalan raya, ketika seseorang dirampok atau jadi korban kejahatan, hanya sedikit orang yang berempati untuk menolong. Kenapa? Karena kasihnya sudah menjadi dingin.

Dari seorang Samaria, Tuhan mau kita mengaktifkan kembali kasih kita bagi sesama - yang sedang menanggung penderitaan hidup. Karena saat kita melakukannya, kita sedang melakukannya untuk menghormati Tuhan. Seperti disampaikan dalam Matius 25:40, "...sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

 

Refleksi Pribadi:

Hari ini, mari kita bertanya kepada diri sendiri: "Apakah saya hanya lewat begitu saja saat melihat orang lain terluka — atau saya mau berhenti dan melakukan sesuatu?"

Jadilah seperti orang Samaria itu. Berhentilah sejenak. Lihatlah dengan hati. Ulurkan tanganmu. Balutlah luka seseorang. Karena bisa jadi, lewat kepedulian kecil yang kita berikan, ada orang yang kembali menemukan harapan.

 

Baca Renungan Lainnya:

Mengenakan Kasih Setiap Hari

Saat Iman dan Perbuatan Berjalan Bersama

Hati yang Baru untuk Mengasihi dengan Cara Tuhan

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?