Menerima Orang Lain dengan Kasih
Kalangan Sendiri

Menerima Orang Lain dengan Kasih

Claudia Jessica Official Writer
      90

Roma 15:7

“Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.”

 

Roma 15:7 dimulai dengan kata “sebab itu.” Kata ini menunjukkan bahwa ayat ini adalah kesimpulan dari apa yang Paulus jelaskan sebelumnya. Dalam Roma 15:1–6, Paulus berbicara tentang hidup yang tidak hanya fokus pada diri sendiri. Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk saling menguatkan, bersabar, dan membangun satu sama lain.

Lalu Paulus merangkum semuanya dengan kalimat sederhana, “Terimalah satu akan yang lain.”

Menariknya, Paulus tidak berhenti di situ dan menambahkan standar yang jauh lebih tinggi pada kalimat selanjutnya, “sama seperti Kristus juga telah menerima kita.”

Yesus menerima kita bukan karena kita sempurna. Yesus menerima kita apa adanya dengan segala kelemahan, kegagalan, dan dosa-dosa kita. Ada banyak orang di Alkitab yang mengalami penerimaan ini.

Ada pemungut cukai, orang berdosa, orang sakit, bahkan mereka yang ditolak oleh masyarakat. Yesus tidak menjauh dari mereka. Ia mendekat, mengasihi, bahkan memulihkan mereka.

Namun, penerimaan Yesus bukan berarti membenarkan dosa. Ia berkata, “Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai sekarang,” (Yohanes 8:11). Artinya, kasih dan kebenaran bisa berjalan beriringan.

Ketika kita menyadari bahwa Kristus telah menerima kita, hati kita pun belajar melihat orang lain dengan cara yang berbeda. Kita tidak lagi cepat menghakimi atau menolak seseorang. Sebaliknya, kita belajar membuka hati, mengasihi, dan menerima orang lain sebagaimana Kristus menerima kita.

Inilah panggilan gereja di tengah dunia yang dipenuhi dengan luka dan perpecahan. Dunia sangat mudah untuk membangun tembok pemisah antara satu dengan yang lain, tetapi firman Tuhan memberi standar yang berbeda.

Gereja dipanggil untuk menjadi tempat di mana orang mengalami kasih dan menerima Tuhan. Ketika kita menerima orang lain dengan kasih, dunia dapat melihat gambaran Kristus melalui hidup kita.

 

Momen Refleksi:

Coba ambil waktu sejenak dan renungkan, bagaimana kamu bisa lebih menyambut dan menerima orang lain seperti Yesus menerima kita.

Action:
Hari ini, mintalah Tuhan menolongmu melihat orang itu dengan hati Kristus. Ambil satu langkah kecil, mungkin dengan menyapa, mendengar, atau memberikan perhatian. Melalui sikap sederhana seperti ini, biasanya kasih Kristus menjadi nyata bagi dunia.

Ikuti Kami