Mati Terhadap Rencana Sendiri
Kalangan Sendiri

Mati Terhadap Rencana Sendiri

Lori Official Writer
      167

Ayat Renungan: Yohanes 12: 24“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

 

Dalam Yohanes 12: 24, Yesus memakai gambaran yang sederhana namun sangat dalam: sebutir biji gandum. Selama biji itu disimpan, dilindungi, dan dipertahankan keutuhannya, ia tetap satu biji—utuh, tetapi mandul. Namun ketika biji itu jatuh ke tanah dan mati, justru di situlah proses kehidupan dimulai dan buah yang berlipat ganda dihasilkan.

Melalui ayat ini, Yesus sedang mengajar prinsip Kerajaan Allah: kehidupan sejati lahir dari penyerahan, bukan dari penguasaan diri. Prinsip ini tidak hanya berbicara tentang keselamatan, tetapi juga tentang cara kita menjalani hidup sehari-hari—termasuk bagaimana kita merancang masa depan.

Memasuki tahun 2026, banyak dari kita membawa rencana, target, dan harapan pribadi. Itu tidak salah. Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa rencana yang tidak diletakkan di bawah kehendak-Nya berisiko menjadi seperti biji yang tidak pernah ditanam—aman, tetapi tidak pernah berbuah.

Amsal 16: 3 menyampaikan, “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Artinya, mati terhadap rencana sendiri bukan berarti berhenti bermimpi, melainkan memilih untuk mempercayakan mimpi itu kepada Tuhan. Ini adalah kematian terhadap keinginan untuk mengendalikan segalanya, terhadap ambisi yang berpusat pada diri sendiri, dan terhadap ketakutan kehilangan kendali. Rasul Paulus menegaskan prinsip ini ketika ia berkata: “Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)

Yesus melanjutkan pengajaran-Nya dengan berkata: “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa membenci nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” (Yohanes 12:25). Ini adalah undangan untuk hidup dengan perspektif kekal. 

Kita percaya tahun ini akan menjadi tahun yang menghasilkan buah, bukan karena kita merancang segalanya dengan sempurna, tetapi karena kita berani meletakkan semua rencana pribadi kita di bawah kaki Tuhan. Percaya bahwa Dia di dalam dan melalui hidup kita akan mengalami kebebasan dan kemenangan jauh melampaui apa yang kita bayangkan dan pikirkan.

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” (Yesaya 55:8)

 

Momen Refleksi:

Ambil waktu untuk mengundang Roh Kudus dan taruh seluruh rencanamu di bawah kaki-Nya. Berbisiklah dengan lembut kepada Tuhan:

“Tuhan, hari ini aku menaruh seluruh rencanaku di bawah kaki-Mu. Ajar aku untuk mati terhadap kehendakku sendiri dan hidup sepenuhnya bagi-Mu. Bentuklah hidupku sesuai dengan kehendak-Mu, dan biarlah tahun 2026 ini menjadi tahun di mana hidupku menghasilkan buah yang memuliakan nama-Mu. Amin.”

Ikuti Kami