Menjadi Pembawa Damai di Tengah Badai Hidup
Kalangan Sendiri

Menjadi Pembawa Damai di Tengah Badai Hidup

Lori Official Writer
      541

Ayat Renungan: Markus 4:39 - "Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.”

 

Sepasang kekasih telah merancangkan acara pernikahan mereka dengan indah. Sang calon pengantin wanita menginginkan acara pernikahan dengan konsep di luar ruang, jadi semua persiapan pun dilakukan dengan baik. Mereka hanya berharap supaya cuaca akan cerah sepanjang hari. Tetapi, beberapa orang mulai bertanya, “Bagaimana jika nanti hujan?” Dengan yakin pihak yang bertanggung jawab menyusun semua acaras menjawab: “Tidak akan hujan.”

Tibalah di hari pernikahan. Bisa ditebak apa yang terjadi? Hujan deras turun disertai badai. Rencana resepsi yang telah dipersiapkan pada akhirnya berantakan. Semua orang mulai berhamburan, dan pengantin wanita serta keluarganya mulai panik dan tak tahu harus berbuat apa.

Tanpa terduga, dua wanita sahabat dekat ibu mempelai muncul. Dengan sigap, mereka mengambil alih situasi. Mereka menemukan sebuah ruangan kosong di lokasi pernikahan, lalu menata meja dan kursi, serta menghias ruangan menjadi tempat resepsi yang layak untuk para tamu. Berkat tindakan mereka, badai kepanikan pun mereda, mempelai wanita dan keluarga mulai merasa tenang. 

Kisah ini sama seperti peristiwa saat Yesus dan murid-muridNya naik perahu menyeberangi Danau Galilea. Saat badai menerjang, para murid mulai panik. Lalu mereka mulai berteriak-teriak dan membangunkan Yesus yang tertidur. Saat itupun, Yesus segera bangkit dan berkata dengan lembut kepada badai, "Diam! Tenanglah!" (Markus 4:39). Seketika itupun badai menjadi reda. 

Di sini, kita bisa melihat bagaimana Yesus hadir dan menenangkan badai yang membuat murid-murid ketakutan. Begitu juga dalam hidup, Tuhan menempatkan kita di dalam satu perahu yang sama dengan keluarga, rekan kerja, teman sepelayanan, atau siapapun di sekitar kita. Mereka mungkin sedang menghadapi badai tantangan, seperti krisis keuangan, sakit penyakit, masalah rumah tangga atau relasi dengan anak. Tetapi Tuhan mengutus kita untuk menenangkan badai di dalam hidup mereka.

Inilah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita supaya melalui iman kita yang tak tergoyahkan di dalam Dia, kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Seperti teladan yang sudah lebih dulu ditunjukkan Yesus sendiri, dimana kita bisa menjadi orang-orang yang tepat untuk menenangkan badai kepanikan dan ketakutan orang-orang di sekitar kita. Mari ambil bagian Anda untuk melakukannya di dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

Momen Refleksi:

Apakah Anda mau menjadi alat Tuhan untuk meredakan badai dalam hidup seseorang hari ini? Mari temukan seseorang di sekitar Anda yang sedang membutuhkan ketenangan dan dukungan? Berdoalah, dan mintalah hikmat Tuhan untuk menjadi pembawa damai.

Ikuti Kami