1 Korintus 12: 21
"Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau."
Dalam perjalanan hidup, khususnya saat kita mengerjakan proyek besar atau panggilan Tuhan yang tidak ringan, sering kali kita terjebak dalam mitos "pahlawan kesepian". Kita berusaha untuk terlihat kuat, serba bisa, dan mandiri. Kita tidak mau menunjukkan titik lemah kita, karena merasa bahwa kelemahan adalah bukti kegagalan. Tetapi lewat renungan Firman hari ini, Paulus membawa kita kepada satu kebenaran yang akan memperbaharui sudut pandang kita.
Melalui kata-kata Paulus di 1 Korintus 12: 21, dia menganalogikan tubuh bukan hanya untuk menunjukkan keberagaman, tetapi untuk menekankan ketergantungan yang mutlak. Dia mengingatkan bahwa setiap kita sama seperti organ tubuh, yang tidak bisa bekerja sendiri. Seperti mata tidak bisa berkata kepada Tangan bahwa dia tidak membutuhkan bantuan, dan kepala tidak bisa berkata kepada tangan bahwa dia tidak membutuhkan bantuan. Artinya, mengakui kelemahan bukanlah kegagalan.
Paulus menekankan bahwa mengakui keterbatasan kita adalah bukti dari kerendahan hati dan kedewasaan rohani. Sikap inilah yang paling penting untuk kita miliki ketika kita sedang Tuhan panggil untuk mengerjakan visi dan panggilan kita masing-masing di dalam kehidupan ini. Tentu saja kita tidak akan selalu tampil dengan semangat dan fokus yang sama konsistennya setiap hari. Ada kalanya kita pasti mengalami kebuntuan dan kapasitas kita mencapai batasnya!
Masalahnya, banyak dari kita suka merasa gengsi untuk berkata, "Saya tidak bisa di bagian ini, bolehkah saya minta bantuan?" Padahal, kebuntuan yang kita alami seringkali sengaja Tuhan izinkan agar orang lain mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan karunia mereka. Saat kita memaksakan diri mengerjakan segalanya sendirian, kita sebenarnya sedang "menutup pintu" berkat bagi orang lain yang seharusnya melengkapi kita.
Lewat Firman pagi ini, Paulus mau mengajak kita untuk kembali mengingat bahwa "Tuhan merancang kita untuk bekerja dalam kolaborasi dengan orang lain." Sehingga apapun panggilan kita saat ini, kita sedang tidak mengerjakannya sendiri dan kelelahan sendirian. Mari mengaku bahwa disamping kelebihan yang kita miliki, kita juga memiliki kelemahan yang bisa dilengkapi oleh orang lain - sama seperti bagaimana setiap organ di dalam tubuh kita bekerja.
Action Praktis:
Ambil beberapa menit ke depan untuk mengidentifikasi satu area dalam pekerjaan atau panggilan yang Anda kerjakan saat ini yang membuat Anda merasa lelah, buntu, atau tidak kompeten. Minggu ini, hubungi seorang rekan atau teman yang memiliki keahlian di bidang tersebut, akui keterbatasan Anda dengan jujur, dan mintalah bantuan atau perspektif mereka untuk menyelesaikannya.