Berjalan dalam Visi Baru
Kalangan Sendiri

Berjalan dalam Visi Baru

Lori Official Writer
      57

Ayat Renungan: Yesaya 43: 19“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

 

Pernahkah Anda merasa seperti berdiri di depan jalan buntu? Di depan tertutup. Di belakang pun rasanya tak bisa kembali. Itulah perasaan bangsa Israel ketika Tuhan menyampaikan firman ini. Masa lalu mereka hancur, masa depan terlihat kering dan menakutkan. Namun, justru di situ Tuhan berbicara.

Sering kali kita juga seperti itu. Kita terlalu lama menatap apa yang hilang, sampai tidak sadar bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baru. Bukan nanti, bukan juga suatu hari tetapi waktunya sekarang!

Melalui Yesaya 43: 19, Tuhan mengingatkan: “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” Ayat ini bukan sekadar sebuah pesan motivasi, melainkan sebuah penegasan tentang bagaimana kita memahami cara Tuhan bekerja. Ada tiga hal yang Tuhan mau kita lakukan: 

1. Belajar Melihat dengan Kaca Mata yang Baru

Tuhan tidak berkata, “Aku akan membuat sesuatu yang baru,” melainkan, “Aku sedang membuatnya.” Artinya, pekerjaan Tuhan sudah dimulai. Masalahnya bukan karena Tuhan diam, melainkan karena kita belum peka melihat.

Di tengah kebingungan, tekanan, dan ketidakpastian hidup, selalu ada tunas kecil dari Tuhan. Harapan mungkin belum besar, jalannya belum jelas, tetapi Tuhan sedang menumbuhkannya. Visi baru dimulai ketika kita berhenti hanya bertanya, “Kenapa ini terjadi?” dan mulai bertanya, “Tuhan, apa yang sedang Engkau kerjakan di sini?”

 

2. Percaya pada Jalan Tuhan

Padang gurun adalah tempat yang membingungkan. Semua terlihat sama: mudah tersesat dan mudah menyerah. Tetapi Tuhan berjanji, “Aku membuat jalan.” Tuhan tidak selalu memberi kita gambaran utuh tentang masa depan. Namun Ia memberi satu hal yang jauh lebih penting: arah.

Anda tidak perlu mengetahui semua langkah ke depan. Anda hanya perlu berjalan bersama Tuhan hari demi hari, percaya bahwa Ia berjalan lebih dulu membuka jalan.

Ketika dunia berubah begitu cepat dan banyak orang kehilangan pegangan, Tuhan ingin memberi Anda hati yang tetap tenang dan arah yang jelas.

 

3. Dari Bertahan Hidup Menjadi Membawa Kehidupan

Tuhan tidak berhenti pada “jalan di padang gurun.” Ia juga berjanji menghadirkan “sungai di padang belantara.” Sungai berarti aliran yang terus-menerus. Bukan sekadar cukup untuk diri sendiri, tetapi melimpah dan menghidupkan sekitar.

Tuhan tidak hanya ingin Anda bisa menjalani hidup saja. Tetapi Ia ingin melalui hidup Anda, orang lain dikuatkan. Di tempat yang kering oleh kekhawatiran dan kelelahan, Tuhan ingin menjadikan Anda pembawa harapan.

 

Momen Refleksi:

Ambil waktu sejenak. Tarik napas. Biarkan Tuhan berbicara ke hati Anda.

1. Apa “hal lama” yang masih saya genggam? Pola pikir lama, luka, kekecewaan, atau ketakutan—apa yang perlu saya lepaskan agar bisa melihat hal baru dari Tuhan?

2. Di mana Tuhan ingin saya menjadi “sungai”? Siapa yang sedang lelah, takut, atau putus asa di sekitar saya, dan bagaimana Tuhan ingin memakai hidup saya untuk menguatkan mereka?

Ikuti Kami